Paiman Raharjo: Demi Allah Sumpah Mati Enggak Pernah Bikin Ijazah Jokowi
Rabu, 02 Juli 2025 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi tolong, janganlah, kalau memang benci Jokowi, jangan melibatkan yang lain. Kalau saya bener ya, Demi Allah mati kalau saya melakukan hal-hal seperti dituduhkan,” jelas dia.
Diketahui, Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Beathor Suryadi mengungkap orang di balik pembuatan semua dokumen pencalonan Jokowi di Pilkada Jakarta 2012 di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat. Beathor menceritakan bahwa semua dokumen persyaratan maju Pilkada Jakarta 2012 diatur oleh Deni Iskandar.
Dokumen itu kemudian dibawa oleh Widodo ke Pasar Pramuka untuk dibuat di kios milik Paiman. Menurutnya, Paiman bukan orang sembarangan karena merupakan mantan rektor perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Baca juga: Profil Prof Paiman Raharjo, Mantan Satpam yang Dikabarkan Jadi Wamen Desa PDTT
“Dulu PDI bisa menang 33,3 persen itu pakai akar bahar, pakai tato, jagoan semua. Yang sekarang sudah Doktor-doktor suaranya ngecil, enggak sebanyak orang itu, tapi orang itu enggak punya ijazah, bikinnya di situ,” kata Beathor dalam Podcast To the Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, Kamis (26/6/2025).
Dia mengaku ikut rombongan Tim Pembela Ulama dan Aktivis atau TPUA mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa, 15 April 2025 dan kediaman Jokowi di Solo pada Rabu, 16 April 2025. “Roy Suryo dan Rismon Sianipar yakin itu bukan dari UGM,” tuturnya.
“Terus, saya bertanya, kalau bukan dari UGM, berarti ada suatu tempat, di mana ini, saya bertanya dalam diri saya,” sambungnya.
Setelah pulang dari Solo, dia membagikan berita-berita terkait ijazah Jokowi termasuk ke kader-kader PDIP. “Apa yang saya share itu berbalik kan, ada dari kader, ‘Bang Aku tahu itu bang’,” ucapnya menirukan kader kepadanya. Setelah itu, Beathor mengaku melacak.
Lihat Juga :