Ketua PBNU Gus Ulil Beberkan Bahayanya Israel Serang Iran hingga Campur Tangan AS

Rabu, 25 Juni 2025 - 02:01 WIB
loading...
A A A
Dia memaparkan, ketika Iran diserang Israel, salah satu bahayanya adalah potensi Iran keluar dari NPT, meski hingga kini Iran belum menyatakan keluar dari NPT. Namun, saat Iran tak menjadi bagian dari perjanjian NPT, Iran bisa menjadi negara yang mengembangkan nuklir tanpa pengawasan Internasional.

"Jadi ini menurut saya hal basic harus diketahui publik, serangan Israel pada Iran justru membahayakan prospek pengawasan pengembangan nuklir oleh Iran oleh lembaga multilateral bernama IAEA itu. Ini berbahaya sekali," paparnya.

Terlebih, tambahnya, campur tangan AS dalam konflik Israel dengan Iran itu justru berpotensi mengakhiri rezim NPT tersebut. Padahal, NPT satu-satunya lembaga internasional yang bisa mengontrol dan mengawasi pengembangan sebuah negara atas nuklir.

"Campurnya Amerika di dalam konflik ini dengan menyerang Iran berbahaya sekali karena mengakhiri rezim NPT. NPT ini penting karena NPT inilah perjanjian multilateral yang bisa mengontrol sehingga tak semua negara tak kembangkan nuklir," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Rekomendasi
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved