Ketua PBNU Gus Ulil Beberkan Bahayanya Israel Serang Iran hingga Campur Tangan AS

Rabu, 25 Juni 2025 - 02:01 WIB
loading...
Ketua PBNU Gus Ulil...
Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) membeberkan bahayanya Israel menyerang Iran. Hingga campur tangan Amerika Serikat dengan ikut menyerang Iran. Foto/iNews TV
A A A
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla atau akrab disapa Gus Ulil membeberkan bahayanya Israel menyerang Iran. Hingga campur tangan Amerika Serikat dengan ikut menyerang Iran.

"Ketika Iran saat ini diserang Israel, salah satu bahayanya adalah potensi Iran keluar dari NPT, perjanjian NPT. Karena dia diserang. Kalau Iran keluar NPT, dia bisa menjadi negara yang mengembangkan nuklir tanpa pengawasan Internasional, justru ini berbahaya," ujarnya dalam Rakyat Bersuara di YouTube Official iNews bertema Iran Diserbu AS-Israel, Dunia Diambang Perang? pada Selasa (24/6/2025).

Baca juga: 2 Ledakan Terdengar di Teheran, Trump Merasa Dikhianati Netanyahu

Menurutnya, sebelum bicara soal kemungkinan perluasan konflik militer Israel-Iran menjadi konflik bersifat global, semuanya harus kembali pada basic-nya dahulu. Basic-nya sebetulnya tindakan Israel menyerang Iran dengan alasan preemptive strike atau serangan tuk preemtive karena Israel khawatir jika Iran memiliki senjata nuklir, maka itu akan membahayakan keamanan Israel.



"Sebelum senjata nuklir ini berhasil dikembangkan oleh Iran, dia harus diserang terlebih dahulu, itulah namanya preemptive strike. Ini persis seperti yang dilakukan Israel pada tahun 1981, ketika itu Israel juga pernah menyerang reaktor nuklir Irak dan pada saat itu keluar resolusi PBB nomor 487 yang isinya menyatakan unilateral Israel tuk menyerang Irak, menyerang reaktor Irak ini, ini tak bisa dibenarkan, sama sekali dianggap sebagai tindakan ilegal," tuturnya.

Dia menerangkan, semua harus tahu Israel selama ini belum pernah mengakui secara terbuka dia memiliki senjata nuklir, padahal dia memilikinya. Israel sudah mengembangkan nuklir sejak tahun 1960-an, sejak di era Presiden AS Kennedy, tapi Israel sampai saat ini tak pernah mengaku secara terbuka sebagai negara yang memiliki senjata nuklir.

Baca juga: Jumlah Rudal yang Diluncurkan Iran ke Pangkalan AS di Qatar Setara yang Ditembakkan Pentagon

"Jelas pelanggaran karena di dalam dunia ini ada suatu perjanjian unilateral namanya NPT, The Non-Proliferation Treaty (Perjanjian Nonproliferasi Nuklir). Perjanjian antarnegara tuk membatasi pengembangan nuklir. Itu sudah ada, nah sekarang sampai saat ini tak pernah menjadi party atau pihak yang menandatangi NPT ini," jelasnya.

Gus Ulil menjabarkan, bahayanya sebuah negara yang tak menandatangani perjanjian NPT itu, dia jadi tak bisa dikontrol. Ada lembaga multilateral bernama IAEA, lembaga itulah yang bertugas menginspeksi semua negara yang mengembangkan program nuklir dan sampai sekarang Israel tak pernah menjadi bagian dari NPT sehingga dia tak bisa diinspeksi.

Dia memaparkan, ketika Iran diserang Israel, salah satu bahayanya adalah potensi Iran keluar dari NPT, meski hingga kini Iran belum menyatakan keluar dari NPT. Namun, saat Iran tak menjadi bagian dari perjanjian NPT, Iran bisa menjadi negara yang mengembangkan nuklir tanpa pengawasan Internasional.

"Jadi ini menurut saya hal basic harus diketahui publik, serangan Israel pada Iran justru membahayakan prospek pengawasan pengembangan nuklir oleh Iran oleh lembaga multilateral bernama IAEA itu. Ini berbahaya sekali," paparnya.

Terlebih, tambahnya, campur tangan AS dalam konflik Israel dengan Iran itu justru berpotensi mengakhiri rezim NPT tersebut. Padahal, NPT satu-satunya lembaga internasional yang bisa mengontrol dan mengawasi pengembangan sebuah negara atas nuklir.

"Campurnya Amerika di dalam konflik ini dengan menyerang Iran berbahaya sekali karena mengakhiri rezim NPT. NPT ini penting karena NPT inilah perjanjian multilateral yang bisa mengontrol sehingga tak semua negara tak kembangkan nuklir," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Rekomendasi
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved