Perang Iran–Israel dan Kematian Hukum Internasional

Selasa, 24 Juni 2025 - 11:55 WIB
loading...
A A A
Maka kita hidup dalam post-universalisme, sebuah era di mana tidak ada lagi norma global yang sungguh-sungguh mengikat semua pihak. Yang tersisa hanyalah jaringan kepentingan dan logika utilitarian: hukum berlaku sejauh ia menguntungkan. Dalam konteks perang antara Iran dan Israel, di tengah kehancuran hukum dan etika yang terjadi, yang paling terluka adalah kemanusiaan. Anak-anak yang dibunuh dalam serangan udara, keluarga yang tercerai dalam pengungsian, rumah sakit yang runtuh, dan kota-kota yang menjadi ladang kematian—semuanya adalah biaya dari sistem dunia yang sudah kehilangan nuraninya.

Kita sering mengira bahwa hukum internasional dibentuk untuk menjaga perdamaian. Tapi mungkin sekarang kita harus bertanya ulang: apakah hukum internasional benar-benar dimaksudkan untuk melindungi manusia, ataukah hanya untuk menjaga stabilitas kekuasaan antarnegara? Karena jika ia gagal melindungi yang paling dasar—yakni hidup manusia—maka keberadaannya perlu dipertanyakan bukan hanya secara legal, tetapi secara moral dan metafisik.

Baca Juga: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar, Kemlu Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan

Konflik Iran–Israel adalah panggilan terakhir bagi komunitas internasional untuk jujur menilai dirinya. Jika hukum internasional tidak bisa mengikat negara kuat, maka ia bukan hukum. Jika ia hanya hidup dalam pertemuan diplomatik, tetapi mati di medan perang, maka ia bukan norma moral, tetapi hanya liturgi kosong dari tatanan palsu.

Mungkin sudah saatnya kita berhenti membangun hukum berdasarkan arsitektur kekuasaan, dan mulai membayangkan hukum berdasarkan kesakralan hidup manusia itu sendiri. Bukan dalam arti teokratis, tetapi dalam pengakuan bahwa setiap nyawa adalah pusat makna, dan tidak boleh dikorbankan atas nama logika negara. Meskipun itu bukanlah hukum yang ada hari ini. Namun, itulah hukum yang pantas untuk kita terus kita perjuangkan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Rekomendasi
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Berita Terkini
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved