Perang Iran–Israel dan Kematian Hukum Internasional

Selasa, 24 Juni 2025 - 11:55 WIB
loading...
Perang Iran–Israel...
Abdul Ghoffar Husnan. Foto/Istimewa
A A A
Abdul Ghoffar Husnan
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) dan Dewan Pakar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII)

PERANG yang terjadi antara Iran dan Israel bukan sekadar benturan geopolitik. Ia adalah luka terbuka dalam tubuh peradaban internasional yang mengklaim beradab. Ia menganga, berdarah, dan terus menampakkan satu fakta tragis: hukum internasional—yang konon menjadi jaring pengaman umat manusia pasca-Holocaust dan Hiroshima—telah mati, atau setidaknya sekarat.

Kematian ini bukan akibat kurangnya perangkat hukum, tetapi karena hilangnya etika dan ketiadaan kekuatan moral untuk menegakkannya. Dunia ini, dalam istilah Nietzsche, telah “membunuh Tuhan”—yakni membuang sumber otoritas moral tertinggi—dan menggantikannya dengan kekuasaan politik yang menyamar sebagai hukum. Maka tak mengherankan, konflik Iran–Israel justru memperlihatkan bagaimana kekerasan menjadi bentuk tertinggi dari legalitas dalam sistem dunia yang kehilangan sakralitasnya.

Dalam konflik antara Iran dan Israel, kita melihat berbagai bentuk kekerasan: kekerasan negara, kekerasan balasan, kekerasan proksi, kekerasan preventif. Semua itu berputar dalam narasi legitimasi. Iran mengklaim membalas atas pelanggaran wilayah kedaulatan diplomatiknya (serangan terhadap konsulat di Damaskus). Israel menyebut serangan Iran sebagai ancaman eksistensial, dan karenanya layak untuk dibalas.

Baca Juga: Balas Dendam, Iran Serang Pangkalan Udara AS di Qatar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Rekomendasi
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Suka Microdrama Singkat?...
Suka Microdrama Singkat? Intip Sinopsis Don’t Hurt Me, Daddy, Mommy’s Leaving di V+Short
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved