Petani Milenial

Senin, 16 Juni 2025 - 13:49 WIB
loading...
A A A
Profil umur petani Indonesia memang timpang, di mana petani Generasi X (43-58 tahun) mendominasi dengan 42,39%, disusul Baby Boomer (59-77 tahun) 27,61%. Adapun Milenial (27-42 tahun) hanya 25,61%, sementara Gen Z (≤ 26 tahun) hanya 2,14% dari total petani. Ironisnya, fenomena penuaan ini berbanding lurus dengan penurunan produktivitas pekerja – sekitar 0,8% per tahun – akibat berkurangnya kapasitas fisik dan terbatasnya mekanisasi.

Kondisi tersebut menandakan bahwa jika proses regenerasi tersendat, maka keberlanjutan produksi pangan nasional dalam jangka menengah pun akan terancam. Minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih menjadi persoalan serius, sebagaimana tercermin dalam Survei JakPat (2022) yang menunjukkan bahwa 12,6% responden Gen Z menganggap profesi petani sebagai pekerjaan yang berat dan berpenghasilan rendah, sementara 36,3% lainnya menilai bahwa sektor ini tidak memiliki jalur karier yang jelas.

Persepsi negatif ini semakin diperkuat oleh tingginya risiko perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta terbatasnya akses terhadap lahan dan permodalan yang membatasi potensi keuntungan dibandingkan dengan sektor ekonomi digital dan pekerjaan urban. Sektor pertanian di Indonesia memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan dan perekonomian nasional. Meski demikian, tantangan regenerasi pelaku usaha tani semakin nyata.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut, sektor pertanian harus mampu menciptakan insentif yang menarik bagi kalangan muda agar bersedia terlibat secara aktif dan berkelanjutan. Insentif yang dimaksud tidak semata bersifat finansial, tetapi juga mencakup akses terhadap lahan, pembiayaan, pelatihan, dan peluang wirausaha agribisnis yang berbasis inovasi. Adapun sebagai respons terhadap stagnasi regenerasi, saat ini pemerintah telah meluncurkan program “Petani Milenial” dan “Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS)”, di mana hingga tahun 2023 berhasil menjaring 6,18 juta petani muda berusia 19–39 tahun, atau sekitar 21,93% dari total petani nasional.

Program tersebut dirancang melalui pelatihan wirausaha agribisnis, fasilitasi akses lahan kolektif, serta pendampingan market linkage, guna membentuk generasi petani muda yang inovatif, adaptif terhadap dinamika pasar, dan mampu mendukung optimalisasi potensi bonus demografi pada periode 2030–2040. Pemberian insentif perlu didesain secara terpadu dengan dukungan teknologi sebagai elemen kunci.

Di era transformasi digital, adopsi teknologi presisi seperti penggunaan drone, sensor tanah, irigasi otomatis, serta sistem informasi pertanian berbasis data telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan. Generasi muda yang akrab dengan perkembangan teknologi digital memiliki potensi besar untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian, asalkan mereka difasilitasi dengan akses teknologi, pembinaan teknis, dan ekosistem inovasi yang memadai.

Tanpa kehadiran teknologi dan partisipasi generasi muda, sektor pertanian berisiko mengalami stagnasi produktivitas dan kehilangan daya saing, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi pasar global. Oleh sebab itu, pendekatan kebijakan yang mengintegrasikan insentif ekonomi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi menjadi prasyarat mutlak untuk membangun pertanian masa depan yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Perencanaan Pembangunan...
Perencanaan Pembangunan dan Anggaran dalam Arsitektur Fiskal
Aspal Karet: Solusi...
Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Resolusi Bagi Milenial...
Resolusi Bagi Milenial Agar Bisa Merdeka Finansial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved