Konfrontasi Terbuka Israel-Iran

Minggu, 15 Juni 2025 - 06:31 WIB
loading...
A A A
Alasannya, yang pertama Iran memang belum pasti memiliki senjata nuklir. Negeri itu telah lama menyatakan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil meski memiliki beberapa fasilitas nuklir. Namun banyak negara serta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak yakin bahwa program nuklir Iran hanya untuk tujuan sipil.

Memang pekan ini, Dewan Gubernur IAEA secara resmi menyatakan Iran melanggar kewajiban nonproliferasinya untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Namun harus dicatat bahwa diplomasi internasional terhadap program pengembangan nuklir Iran adalah proses berharga yang tidak bisa diabaikan dengan serangan. Diplomasi ini menginginkan penyelesaian damai bukan panas pertikaian.

Di sisi lain, Israel justru sejak lama diyakini telah memiliki 200 hulu ledak nuklir. Salah satu menteri kabinet PM Netanyahu bahkan pernah membuat pernyataan mengerikan dengan mengancam meratakan Gaza denagn nuklir. Oleh karena itu, langkah provokatif dan ceroboh Israel ibarat maling teriak maling.

Kedua, serangan mempertontonkan unilateralisme yang sejatinya bukan kewenangan Israel. Dalih Israel bahwa serangan dilakukan untuk menjamin keamanan nasionalnya secara preventif tidak bisa dibenarkan. Apalagi sama dengan Gaza, ia membahayakan keamanan nasional dan warga negara lain.

Multilateralisme yang dengan susah payah dibangun bersama masyarakat internasional dirobohkan dengan kepongahan serangan unilateral. Meja diplomasi disingkirkan dengan hujan amunisi. Ini berbahaya karena menguatkan asumsi sebagian orang bahwa sistem internasional bukanlah harmoni namun anarkhi.

Ketiga, dunia belum melupakan kebohongan dalih serangan Amerika ke Irak tahun 2003 dengan tuduhan pengembangan weapons of mass destruction/wmd (senjata pemusnah massal). Sejak rezim Saddam Husein tumbang hingga kini, serangan yang didasarkan pada informasi intelijen mentah dan ceroboh itu tidak bisa membuktikan keberadaan senjata pemusnah Irak. Juru Bicara Gedung Putih 2003-2008 Scott McClellan sampai menulis buku Kebohongan di Gedung Putih (2008) yang menjadi Best Seller menurut New York Times saat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Rekomendasi
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved