Konfrontasi Terbuka Israel-Iran
Minggu, 15 Juni 2025 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, program nuklir Iran sendiri pada awalnya dibangun oleh Amerika di era Syah Iran. Setelah Revolusi Islam 1979, yang mengubah monarkhi Shah Iran menjadi republik, serta menolak "imperialisme" Amerika Serikat dan sekutunya Israel, sehingga hubungan Iran dengan Amerika dan Israel memburuk. Dalam perkembangannya, program nuklir Iran dilanjutkan dengan bantuan Rusia.
Kelima, keberpihakan Amerika sebagai patron Israel tidak bisa diabaikan. Amerika diyakini telah lama berupaya melemahkan negara-negara yang memiliki kekuatan militer potensial di Timur Tengah. Luluh-lantaknya Libya, Mesir, Irak, dan Suriah disebut sebagai bagian skenario membuat Israel terkuat di kawasan.
Saat ini hanya Iran yang tersisa dengan kekuatannya yang terus tumbuh dan keberaniannya menegakkan kepala di hadapan Amerika yang tidak surut. Karenanya, meski Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membuat klaim bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan tersebut Israel namun sejatinya tahu rencana serangan dan membiarkannya.
Perspektif liberalisme memang meyakini bahwa organisasi internasional dan hukum internasional bisa diharapkan perannya sebagai jalan menuju pedamaian internasional. Oleh karena itu, dunia berharap para pemimpin dunia tidak tersandera kepentingan nasional masing- masing namun melihat kepentingan global yang lebih urgen.
Di sisi lain, perspektif realisme meyakini bahwa hanya kekuatan berimbang lah yang mampu mencegah tindakan agresif dan konfrontatif negara. Oleh karena itu, kemunculan kekuatan yang bisa mengimbangi potensi arogansi kekuatan di kawasan manapun diperlukan. Jika sulit secara mandiri, maka penggalangan kekuatan sebagaimana prinsip keamanan kolektif harus diwujudkan sebagai alternatif.
Perang dan damai adalah tema hubungan internasional tertua. Namun ancaman masa depan penghuni dunia bukan hanya bahaya adu senjata. Karenanya kearifan untuk mengedepankan kepentingan bersama menjadi kebutuhan nyata.
Kelima, keberpihakan Amerika sebagai patron Israel tidak bisa diabaikan. Amerika diyakini telah lama berupaya melemahkan negara-negara yang memiliki kekuatan militer potensial di Timur Tengah. Luluh-lantaknya Libya, Mesir, Irak, dan Suriah disebut sebagai bagian skenario membuat Israel terkuat di kawasan.
Saat ini hanya Iran yang tersisa dengan kekuatannya yang terus tumbuh dan keberaniannya menegakkan kepala di hadapan Amerika yang tidak surut. Karenanya, meski Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membuat klaim bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan tersebut Israel namun sejatinya tahu rencana serangan dan membiarkannya.
Menahan Diri
Berkaca pada hal-hal tersebut, maka dunia harus bergerak mendorong agar semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan atau menyebabkan ketidakstabilan. Poin ini juga menjadi imbauan kementerian luar negeri Indonesia. Pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York juga mendesak Israel dan Iran untuk saling menahan diri guna mencegah konflik regional yang lebih dalam. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga menyerukan Israel dan Iran untuk segera menghentikan konflik yang meningkat.Perspektif liberalisme memang meyakini bahwa organisasi internasional dan hukum internasional bisa diharapkan perannya sebagai jalan menuju pedamaian internasional. Oleh karena itu, dunia berharap para pemimpin dunia tidak tersandera kepentingan nasional masing- masing namun melihat kepentingan global yang lebih urgen.
Di sisi lain, perspektif realisme meyakini bahwa hanya kekuatan berimbang lah yang mampu mencegah tindakan agresif dan konfrontatif negara. Oleh karena itu, kemunculan kekuatan yang bisa mengimbangi potensi arogansi kekuatan di kawasan manapun diperlukan. Jika sulit secara mandiri, maka penggalangan kekuatan sebagaimana prinsip keamanan kolektif harus diwujudkan sebagai alternatif.
Perang dan damai adalah tema hubungan internasional tertua. Namun ancaman masa depan penghuni dunia bukan hanya bahaya adu senjata. Karenanya kearifan untuk mengedepankan kepentingan bersama menjadi kebutuhan nyata.
(abd)
Lihat Juga :