Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma
Rabu, 11 Juni 2025 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam operasi tersebut, Agus Rohman mendapat tugas membebaskan 11 peneliti dari Ekspedisi Lorentz yang diculik dan disandera oleh OPM pimpinan Kelly Kwalik pada 8 Januari 1996. Kapten Inf. Agus Rohman membawa satu kompi pasukan yang berjumlah 125 orang. Namun saat di daerah tugas dia hanya memipin beberapa prajurit saja karena sisanya diperbantukan ke Kompi Yonif 328 dan Yonif 305 dan sebagainya.
“Mohon Petunjuk. Dan!” ujar Kapten Inf. Agus Rohman
“Kamu dan pasukan mu ikut dalam pembebasan sandera,” perintah Mayjen TNI Prabowo Subianto.
Tepat pukul 09.99 WIT, Tim Pandawa 1 yang dipimpin Kapten Inf. Agus Rohman sekaligus Dankipan C Yonif Linud 330/TD Kostrad berkekuatan 25 prajurit mulai melakukan perburuan terhadap OPM di belantara hutan Papua. Dengan formasi tempur, setapak demi setapak Kapten Inf. Agus Rohman menyusuri terjalnya tebing dan sungai di pedalaman Papua.
![Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma]()
Menjelang siang, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian memerintahkan tim untuk istirahat dan melaksanakan Salat Dzuhur. Tidak hanya itu, dia juga meminta Sertu Tukiyo untuk membuat Daerah Penyelamatan. Selanjutnya, Kapten Inf. Agus Rohman bersama Pratu Ngatirin menelusuri hulu sungai hingga sejauh 700 meter.
Saat itu, Kapten Inf. Agus Rohman menemukan jejak yang baru ditinggalkan dengan tanda bekas kaki yang menginjak lumpur dengan air yang masih keruh, dan rumput yang terinjak baru berdiri lagi. Temuan itu menambah kecurigaan Kapten Inf. Agus Rohman dan mengajak anggotanya kembali ke Daerah Penyelamatan bergabung dengan pasukannya yang lain.
Setibanya di Daerah Penyelamatan, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian melaksanakan Salat Maghrib di pinggiran Sungai Kilmit. Rasa lelah dan kantuk karena malam sebelumnya tidak tidur, membuat Kapten Inf. Agus Rohman terlelap ditenda bivak.
Tepat pukul 01.30 WIT, Kapten Inf. Agus Rohman terbangun. Di tengah dinginnya hawa pegunungan Papua yang menusuk tulang, Kapten Inf. Agus Rohman keluar tenda untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan Salat Isya dilanjutkan dengan Salat Tahajud. Memohon kepada Sang Pencipta Alam semesta agar pasukannya diberi keselamatan dan diberikan keberhasilan.
“Mohon Petunjuk. Dan!” ujar Kapten Inf. Agus Rohman
“Kamu dan pasukan mu ikut dalam pembebasan sandera,” perintah Mayjen TNI Prabowo Subianto.
Tepat pukul 09.99 WIT, Tim Pandawa 1 yang dipimpin Kapten Inf. Agus Rohman sekaligus Dankipan C Yonif Linud 330/TD Kostrad berkekuatan 25 prajurit mulai melakukan perburuan terhadap OPM di belantara hutan Papua. Dengan formasi tempur, setapak demi setapak Kapten Inf. Agus Rohman menyusuri terjalnya tebing dan sungai di pedalaman Papua.

Menjelang siang, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian memerintahkan tim untuk istirahat dan melaksanakan Salat Dzuhur. Tidak hanya itu, dia juga meminta Sertu Tukiyo untuk membuat Daerah Penyelamatan. Selanjutnya, Kapten Inf. Agus Rohman bersama Pratu Ngatirin menelusuri hulu sungai hingga sejauh 700 meter.
Saat itu, Kapten Inf. Agus Rohman menemukan jejak yang baru ditinggalkan dengan tanda bekas kaki yang menginjak lumpur dengan air yang masih keruh, dan rumput yang terinjak baru berdiri lagi. Temuan itu menambah kecurigaan Kapten Inf. Agus Rohman dan mengajak anggotanya kembali ke Daerah Penyelamatan bergabung dengan pasukannya yang lain.
Setibanya di Daerah Penyelamatan, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian melaksanakan Salat Maghrib di pinggiran Sungai Kilmit. Rasa lelah dan kantuk karena malam sebelumnya tidak tidur, membuat Kapten Inf. Agus Rohman terlelap ditenda bivak.
Tepat pukul 01.30 WIT, Kapten Inf. Agus Rohman terbangun. Di tengah dinginnya hawa pegunungan Papua yang menusuk tulang, Kapten Inf. Agus Rohman keluar tenda untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan Salat Isya dilanjutkan dengan Salat Tahajud. Memohon kepada Sang Pencipta Alam semesta agar pasukannya diberi keselamatan dan diberikan keberhasilan.
Lihat Juga :