Tak Cuma Butuh Fulus agar Jalan PPP Kembali ke Senayan Bisa Mulus
Minggu, 08 Juni 2025 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
“Integritas, agar sosok ketum tak tersandera masalah hukum seperti yang sudah-sudah. Sehingga membuat PPP jadi pesakitan politik. Mudah goyah karena dinamika internal yang berujung konflik,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, ketum PPP juga perlu mengorkestrasi mesin-mesin politik partai secara konsisten.
Baca juga: Elite PPP Diingatkan Jangan Sibuk Bicara Urusan Calon Ketum, Lebih Baik Gagas Koalisi Parpol Islam
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai PPP memerlukan pergantian pemimpin. Dedi berpendapat, PPP sedang memerlukan sosok baru yang paling tidak punya dua modal utama.
“Pertama, loyal terhadap pengeluaran logistik untuk kerja-kerja politik,” kata Dedi.
Sedangkan yang kedua, kata dia, memiliki basis pengaruh terhadap pemilih atau sekurang-kurangnya mereka adalah tokoh yang betul-betul sudah dikenal. “Entah itu dikenal secara personal maupun dari sisi kapasitas,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, ketum PPP juga perlu mengorkestrasi mesin-mesin politik partai secara konsisten.
Baca juga: Elite PPP Diingatkan Jangan Sibuk Bicara Urusan Calon Ketum, Lebih Baik Gagas Koalisi Parpol Islam
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai PPP memerlukan pergantian pemimpin. Dedi berpendapat, PPP sedang memerlukan sosok baru yang paling tidak punya dua modal utama.
“Pertama, loyal terhadap pengeluaran logistik untuk kerja-kerja politik,” kata Dedi.
Sedangkan yang kedua, kata dia, memiliki basis pengaruh terhadap pemilih atau sekurang-kurangnya mereka adalah tokoh yang betul-betul sudah dikenal. “Entah itu dikenal secara personal maupun dari sisi kapasitas,” tuturnya.
Lihat Juga :