Desmond Mahesa Menjawab Kritikan Najwa Shihab Terkait DPR dan Corona

Minggu, 03 Mei 2020 - 18:56 WIB
loading...
A A A
"Hidup memang tak selalu baik kan? Seperti kami kami ini tuan dan puan juga mungkin lebih banyak bekerja di rumah. Kalau lihat siaran sidang atau rapat terbuka di gedung DPR sekarang sih kelihatannya banyak kursi yang kosong, eh tapi biasanya juga kosong kan ya?" sambungnya.

Presenter yang akrab disapa Nana ini juga membandingkan kinerja anggota DPR di Indonesia dengan parlemen yang ada di mancanegara.

"Tuan dan puan anggota DPR yang terhormat, saya perhatikan parlemen-parlemen negara lain fokus melawan corona. Tapi rasa-rasanya isu-isu yang keluar dari Senayan belakangan kok kebanyakan tidak terkait corona ya?" sindir Nana.

Ia menilai, anggota DPR saat ini malah asyik membahas isu-isu lain, bukannya fokus menangani virus corona yang melanda Indonesia.

Najwa pun mengulas satu per satu isu yang dibahas DPR yang dianggap tak berkaitan dengan krisis corona. "Contohnya, RUU Ciptakerja yang banyak ditolak karena dinilai mementingkan investor diatas kebutuhan pekerja. Presiden sempat menyatakan menunda salah satu klaster yaitu ketenagakerjaan demi memberi kesempatan mendalami substansi dan mendapat masukan dari banyak pihak," kata presenter Mata Najwa.

Menurut Nana, klaster lain juga bukan tanpa masalah, terutama dari perspektif lingkungan dan keadilan gender. Dalam video itu juga, Nana sempat menyinggung perihal pembebasan napi koruptor.

"Ada juga RUU lain yang masih nekat mau dibahas, ada RUU KUHP yang tahun lalu diserbu unjuk rasa, lalu RUU Pemasyarakatan. Ada koruptor yang sudah negebet pengen bebaskah? Apa kabar Pal Yasonna?" sindir Nana.

Ia mengungkapkan, membahas undang-undang yang menyangkut hidup banyak orang di tengah pandemi corona seperti sekarang ini, justru menimbulkan kecurigaan. Karena banyak orang yang rela menunda momen pentingnya akibat virus corona.

"Gara-gara pandemi, yang pada jatuh cinta saja berani menunda nikah lho. Ini kok buru-buru banget kayak lagi kejar setoran," tegasnya.

Kendati demikian ia menjelaskan, tak ada undang-undang yang tidak penting. "Justru karena undang-undang itu penting, aneh jika pembahasannya diseriusi di waktu seperti sekarang. Saat di mana perhatian dan konsentrasi kita sedang terkuras betahan hidup di tengah wabah," sambungnya.

"Jika ngotot menuntaskan omnibus law atau RUU Kuhp atau RUU Pemasyarakatan, jangan salahkan jika ada yang menilai DPR tidak menjadikan perang melawan corona sebagai prioritas," jelasnya.

Nana mengungkapkan bahwa ia percaya setiap tindakan dan keputusan di masa krisis mencerminkan skala prioritas. "Apa memang inikah prioritas wakil-wakil rakyat kami saat ini? Bikin ribut juga jelas tak seharusnya jadi prioritas," ungkapnya.

Bukan hanya itu, Nana juga mempermasalahkan soal Satgas virus corona DPR yang disebut mengimpor jamu ilegal dari Tiongkok secara besar-besaran untuk penderita corona. "Satgas kemudian membantah itu, katanya ini diproduksi di Jakarta dan merupakan sumbangan wakil ketua DPR RI, Sufmi Dasco yang akan dibagikan gratis ke berbagai rumah sakit," sambungnya.

"Satgas lagi membantah katanya sedang proses mendapatkan izin edar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Sedang itu berarti belum kan ya?" sindir Nana.

Dalam video berdurasi kurang lebih lima menit itu, Nana mengungkapkan, di tengah pandemi corona seperti sekarang ini, banyak orang menaruh harapan kepada negara.

"Tuan dan puan yang terhormat, niat baik pun perlu proses yang baik, proses yang semrawut hanya akan disusul polemik. Sementara sekarang kita sedang banyak-banyaknya menaruh harapan kepada negara," tuturnya.

Nana juga mengingatkan bahwa apa yang dilakukan oleh DPR selalu dilihat baik itu salah atau benar. "Makanya sempat ramai juga warganet mengkritik Satgas Covid-19 DPR yang berfoto menggunakan APD saat hendak berkunjung ke rumah sakit darurat Wisma Atlet menyerahkan tunggangan DPR," imbuhnya.

Menurutnya, anggota DPR yang memakai APD itu melukai hati masyarakat. Pasalnya, APD benar-benar sangat dibutuhkan untuk menangani pasien corona. "Tidak ada yang meragukan jumlah sumbangan DPR. Kami yakin pasti banyak namanya juga DPR beli ribuan rapid test saja mampu ngeborong jamu apa lagi. Tapi ini suara hati, kecuali ya kalau yang dipakai anggota DPR itu APD yang lain, alat pelindung dewan. Salam hormat dari kami yang kalian wakili," tutup Nana.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Anggaran MBG...
Polemik Anggaran MBG Kental Nuansa Politik, Pengamat Kebijakan Publik: Secara Prosedural Sudah Disepakati DPR
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved