Diplomasi Para Pemimpin ASEAN
Selasa, 27 Mei 2025 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Peluang untuk menjadi kawasan yang maju sendiri diakui. Dengan jumlah penduduk gabungan sebesar 685 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi ASEAN menduduki peringkat ekonomi terbesar ketiga di Asia dan kelima di dunia setelah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Jerman. Pertumbuhan ekonomi ASEAN juga telah menunjukkan angka yang positif serta membuktikan potensi ekonomi dan perdagangan ASEAN yang tinggi.
Di aspek politik, pemeliharaan stabilitas tetap mutlak diperhatikan sebagai prasarat pertumbuhan. Potensi ketegangan kawasan seperti sengketa Laut Tiongkok Selatan menjadi ancaman yang tidak bisa disepelekan. Tantangan internal seperti krisis Myanmar juga tidak boleh menjadi sandungan.
Kita patut bersyukur, para Pemimpin ASEAN berhasil menandatangani Kuala Lumpur Declaration on ASEAN 2045: Our Shared Future. Ini menunjukkan sekali lagi bahwa ASEAN mampu menjadi aktor regional sentral dan tidak terjerembab menjadi arena pertarungan serta alat kepentingan anggotanya. Deklarasi Kuala Lumpur untuk Asean 2045: Masa Depan Kita Bersama ini menjadi landasan strategis baru yang akan membimbing arah pembangunan dan kerja sama kawasan hingga dua dekade mendatang.
Deklarasi juga menandai tonggak penting komitmen ASEAN dalam membangun komunitas regional yang lebih tangguh, inovatif, dinamis, serta berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menjadi kelanjutan dari visi ASEAN 2025: Forging Ahead Together yang diadopsi pada 2015. Dalam deklarasi tersebut, negara anggota Asean menegaskan kembali tekad bersama untuk memperkuat solidaritas kawasan, mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan guna menghadapi berbagai megatren global maupun regional di masa depan.
Salah satu keputusan kunci dalam deklarasi ini adalah pengesahan resmi Asean Community Vision (ACV) 2045. Rencana strategisnya bertambah menjadi empat pilar utama yakni Politik-Keamanan, Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Konektivitas. Para pemimpin juga menegaskan pentingnya reformasi untuk memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan Asean, termasuk peningkatan fungsi Sekretariat ASEAN.
Di aspek politik, pemeliharaan stabilitas tetap mutlak diperhatikan sebagai prasarat pertumbuhan. Potensi ketegangan kawasan seperti sengketa Laut Tiongkok Selatan menjadi ancaman yang tidak bisa disepelekan. Tantangan internal seperti krisis Myanmar juga tidak boleh menjadi sandungan.
Kita patut bersyukur, para Pemimpin ASEAN berhasil menandatangani Kuala Lumpur Declaration on ASEAN 2045: Our Shared Future. Ini menunjukkan sekali lagi bahwa ASEAN mampu menjadi aktor regional sentral dan tidak terjerembab menjadi arena pertarungan serta alat kepentingan anggotanya. Deklarasi Kuala Lumpur untuk Asean 2045: Masa Depan Kita Bersama ini menjadi landasan strategis baru yang akan membimbing arah pembangunan dan kerja sama kawasan hingga dua dekade mendatang.
Deklarasi juga menandai tonggak penting komitmen ASEAN dalam membangun komunitas regional yang lebih tangguh, inovatif, dinamis, serta berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menjadi kelanjutan dari visi ASEAN 2025: Forging Ahead Together yang diadopsi pada 2015. Dalam deklarasi tersebut, negara anggota Asean menegaskan kembali tekad bersama untuk memperkuat solidaritas kawasan, mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan guna menghadapi berbagai megatren global maupun regional di masa depan.
Salah satu keputusan kunci dalam deklarasi ini adalah pengesahan resmi Asean Community Vision (ACV) 2045. Rencana strategisnya bertambah menjadi empat pilar utama yakni Politik-Keamanan, Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Konektivitas. Para pemimpin juga menegaskan pentingnya reformasi untuk memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan Asean, termasuk peningkatan fungsi Sekretariat ASEAN.
Diplomasi Indonesia
Sebagaimana karya klasik Franklin B. Weinstein ‘The Indonesian Elite’s View of the World and Foreign Policy of Development (1971), para pemimpin Indonesia memiliki pandangan sebagai negara besar yang berkiprah di dunia. Karenanya, tekad untuk ikut serta menciptakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana amanat konstitusi terus kuat terpatri. Sebagai middle power dunia, Asean adalah lingkaran konsentris terdekat yang menjadi arena pembuktian.Lihat Juga :