Kerja Sama Antardaerah

Senin, 19 Mei 2025 - 10:11 WIB
loading...
A A A
Keragaman budaya tersebut dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan pendekatan pembangunan yang inklusif dan adaptif. Kota Jepara di Jawa Tengah, misalnya, menunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya lokal yang konservatif dapat berpadu dengan etos bisnis modern melalui industri mebel kayu, yang telah berhasil menembus pasar global.

Sementara itu, praktik sosial tradisional seperti “gantangan” di Subang, Jawa Barat, menggambarkan peran budaya lokal dalam memperkuat solidaritas sosial serta ketahanan ekonomi berbasis komunitas.

Pengembangan ekonomi daerah mutlak tidak bisa disamakan secara nasional, melainkan perlu memperhatikan karakter lokal, baik dari sisi budaya kerja, pola sosial, maupun struktur ekonomi. Pemerintah perlu mendorong model pembangunan berbasis potensi lokal dan budaya daerah, agar setiap wilayah dapat tumbuh sesuai kekhasannya. Sehingga, ketimpangan antar daerah pun tidak hanya bisa dikurangi, tetapi juga menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

Problematika Lintas Daerah

Indonesia saat ini menghadapi berbagai permasalahan lintas wilayah yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan lingkungan, khususnya dalam hal ketersediaan air bersih, penanganan sampah, dan penataan ruang.

Menurut data Statistik Potensi Desa (Podes) 2024, meskipun sebagian besar desa memiliki sumber air minum, kualitas dan kesinambungannya belum terjamin, terutama di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan distribusi air yang memadai. Hal ini berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat serta efektivitas pembangunan daerah.

Di samping itu, pengelolaan sampah juga menjadi isu serius yang melintasi berbagai wilayah di Indonesia. Banyak desa dan kelurahan belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang efektif, yang berdampak pada peningkatan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan masyarakat.

Data Podes (2024) mencatat bahwa sebagian besar wilayah administrasi setingkat desa menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah domestik, dengan minimnya fasilitas pengolahan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain itu, persoalan tata ruang yang tidak terintegrasi secara baik turut memperburuk perencanaan pembangunan wilayah. Banyak daerah mengalami alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti konversi lahan pertanian menjadi permukiman atau kawasan industri tanpa mempertimbangkan dampak ekologis dan sosial.

Akibatnya, terjadi degradasi lingkungan, konflik antar kepentingan, dan hilangnya produktivitas lahan. Lemahnya koordinasi lintas sektor serta belum optimalnya penegakan regulasi tata ruang menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi ini.

Sebagai contoh, di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan yang menyebabkan hilangnya sekitar 6,3 hektare sawah setiap tahunnya. Meskipun telah ada Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Tahun 2022–2042, implementasinya belum efektif dalam mencegah konversi lahan pertanian.

Faktor-faktor seperti pertumbuhan penduduk, kebutuhan perumahan, dan lemahnya penegakan hukum turut mendorong terjadinya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Rekomendasi
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Berita Terkini
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved