Waspada Upaya Segregasi Masyarakat lewat Narasi Perang Akhir Zaman
Kamis, 15 Mei 2025 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
"Perjuangan bangsa ini bukan hanya milik satu kelompok. Kita mengenal Johannes Leimena yang bukan Muslim tetapi punya komitmen kuat untuk Indonesia merdeka. Sementara ada juga tokoh Muslim seperti Sultan Hamid II yang justru pro-Belanda," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemahaman agama semestinya didasarkan pada akal sehat dan cinta kasih kepada sesama manusia, sebagaimana diajarkan dalam berbagai tradisi keislaman. Ia mengutip pandangan Ibn Arabi yang menyebut bahwa tingkatan tertinggi pemahaman agama adalah *mahabbah* (cinta).
"Kalau cinta berdasarkan agama, seharusnya juga cinta terhadap sesama manusia. Kalau agama dihadirkan untuk merusak manusia, justru itu melenceng dari misi agama yang sesungguhnya," kata Prof. Didin.
Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk menghindari penyalahgunaan teks-teks agama sebagai pembenaran kekerasan dan permusuhan. Ia memperingatkan agar tidak menjadikan posisi Tuhan sebagai justifikasi untuk bersikap semaunya.
"Kalau ajaran agama dimaknai dengan hitam-putih, bahwa A itu musuh saya dan B kawan saya, sesungguhnya kita sedang mengambil posisi Tuhan. Ini sangat berbahaya karena menunjukkan keegoisan manusia yang merasa benar sendiri," katanya.
Ia menambahkan, pemahaman agama semestinya didasarkan pada akal sehat dan cinta kasih kepada sesama manusia, sebagaimana diajarkan dalam berbagai tradisi keislaman. Ia mengutip pandangan Ibn Arabi yang menyebut bahwa tingkatan tertinggi pemahaman agama adalah *mahabbah* (cinta).
"Kalau cinta berdasarkan agama, seharusnya juga cinta terhadap sesama manusia. Kalau agama dihadirkan untuk merusak manusia, justru itu melenceng dari misi agama yang sesungguhnya," kata Prof. Didin.
Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk menghindari penyalahgunaan teks-teks agama sebagai pembenaran kekerasan dan permusuhan. Ia memperingatkan agar tidak menjadikan posisi Tuhan sebagai justifikasi untuk bersikap semaunya.
"Kalau ajaran agama dimaknai dengan hitam-putih, bahwa A itu musuh saya dan B kawan saya, sesungguhnya kita sedang mengambil posisi Tuhan. Ini sangat berbahaya karena menunjukkan keegoisan manusia yang merasa benar sendiri," katanya.
(abd)
Lihat Juga :