Efektivitas Stimulus Ekonomi

Selasa, 13 Mei 2025 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Yang lain ialah faktor psikologis. Rumah tangga yang merasa aman secara ekonomi justru lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Sebaliknya, rumah tangga kelompok bawah yang benar-benar membutuhkan tambahan dana akan langsung merespons dengan konsumsi. Efek psikologis ini memperkuat dampak fiskal terhadap permintaan domestik. Stimulus juga memiliki efek berganda yang lebih besar ketika diterima oleh kelompok dengan keterkaitan kuat pada ekonomi lokal. Ketika mereka membelanjakan di warung, membeli produk lokal, atau membayar jasa tetangga, uang tersebut berputar lebih cepat dan menciptakan efek ekonomi yang luas. Sebaliknya, stimulus ke rumah tangga kelompok atas cenderung mengalir ke investasi jangka panjang atau bahkan ke luar negeri, yang minim efek langsung terhadap permintaan domestik.

Baca Juga: Gaikindo Pusing: Pasar Mobil Indonesia Melambat, Penjualan Kuartal Pertama Anjlok

Krisis memberi ruang bagi introspeksi kebijakan. Logika teori HANK mengarus pada keinginan bahwasanya kebijakan publik yang mengabaikan keragaman perilaku ekonomi rumah tangga berisiko kehilangan efektivitas. Saatnya berpindah dari pendekatan satu ukuran untuk semua menuju kebijakan berbasis data dan kenyataan sosial ekonomi. Dengan pemahaman tidak semua rumah tangga memiliki kondisi dan respons yang sama terhadap kebijakan, kita bisa merancang stimulus yang lebih cerdas, efisien, dan adil. Bukan hanya menggerakkan angka makroekonomi, tetapi menciptakan dorongan nyata di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.

Menjangkau pemulihan ekonomi Indonesia dan dunia tidak cukup ditopang oleh besarnya dana stimulus semata. Namun ditentukan ketepatan sasaran dan kekuatannya dalam mendorong konsumsi nyata di masyarakat. Efektivitas strategi fiskal dimaknai sebagai keniscayaan dan kemampuaanya menyentuh denyut kehidupan ekonomi riil, terutama pada kelompok terdampak.



Di sinilah teori HANK memberikan pijakan bahwa kebijakan yang mempertimbangkan keragaman kondisi rumah tangga bukan hanya lebih adil, tetapi juga lebih efisien dalam menggerakkan perekonomian secara menyeluruh. Tinggal bagaimana pemerintah mengartikulasikan dan mengimplementasikan dalam kebijakan subtansif, serta mengevaluasi kebijakan yang sudah dilakukan di tengah pertumbuhan melambat kuartal l-2025 yang hanya 4,87 persen secara tahunan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rekomendasi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Berita Terkini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved