Tenaga Medis dan Orang Terhubung Pasien Corona Jadi Prioritas Rapid Test

Selasa, 24 Maret 2020 - 17:47 WIB
Tenaga Medis dan Orang...
Tenaga Medis dan Orang Terhubung Pasien Corona Jadi Prioritas Rapid Test
A A A
JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah memutuskan ada beberapa klasifikasi masyarakat yang menjadi prioritas untuk menjalani tes secara cepat (Rapid Test). (Baca juga: 686 Orang di Indonesia Positif Corona, 55 Meninggal Dunia)

Perlu diketahui, Rapid Test digunakan untuk mendekteksi sejak dini sekaligus mencegah meluasnya virus Corona (COVID-19) di Indonesia. "Pertama, Rapid Test kita lakukan kepada orang yang kontak dekat dengan kasus positif yang sudah terkonfirmasi dan dirawat di rumah sakit atau kasus positif yang harus dilakukan isolasi," kata Yuri, di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Menindaklanjuti hal tersebut, kata Yuri, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap orang-orang terdekat atau terakhir kali berhubungan dengan pasien yang positif Corona. "Kalau dalam perjalanan ternyata ada riwayat dia bekerja dan ada lingkungan kerja yang memiliki kontak dekat maka kita akan lakukan pemeriksaan di tempat kerja," jelasnya. (Baca juga: Demokrat Tegaskan Masyarakat dan Tenaga Medis Harus Diprioritaskan Tes COVID-19)

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penulusuran (tracing) terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien. Sedangkan untuk prioritas kedua, lanjut Yuri, Rapid Test ini akan dilakukan kepada semua tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan terhadap pasien COVID-19.

Termasuk orang-orang yang bekerja di rumah sakit tersebut. "Kita tahu mereka kelompok sensitif untuk rentan terinfeksi COVID. Ini prioritas yang kami lakukan untuk pemeriksaan Rapid Test tahap satu," ungkapnya.

Yuri juga menyebut, jika alat Rapid test bisa didatangkan lebih banyak lagi nantinya bisa dilakukan pemeriksaan berbasis wilayah. "Pelaksanaan tes akan disentralisasikan di semua fasilitas kesehatan di wilayah itu. Misalnya puskesmas, laboratorium di wilayah itu, atau rumah sakit baik pemerintah ataupun swasta. Ini yang harus kita lakukan. Oleh karena itu, ini menjadi urut-urutan tahapan kita," katanya
(cip)
Berita Terkait
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Komite II DPD Rapat...
Komite II DPD Rapat Virtual dengan BNPB
Sejumlah Langkah BNPB...
Sejumlah Langkah BNPB Antisipasi Corona di Tengah Bencana NTT dan NTB
Saat Pandemi Corona,...
Saat Pandemi Corona, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Sejumlah Wilayah
BNPB Ajak 115 Organisasi...
BNPB Ajak 115 Organisasi Sinergi Penanggulangan Bencana dan Atasi Corona
Temukan Kasus Positif...
Temukan Kasus Positif Corona, Pemerintah Target Tes PCR 10 Ribu Per Hari
Berita Terkini
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved