Diskusi PPPI dan FSI: Tenaga Kerja China Jadi Tantangan Hubungan Indonesia-RRC
Selasa, 06 Mei 2025 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, berbeda dari migran lama yang membentuk komunitas etnik Tionghoa yang telah berakar dan menjadi bagian dari masyarakat setempat di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain. Fenomena migran baru mulai muncul sejak tahun 1980-an dan sebagian besar di antara mereka masih memegang kewarganegaraan RRC.
“Sebagian dari mereka berpendidikan tinggi dan memilih bermigrasi ke negara-negara yang relatif kaya seperti negara-negara di Eropa, Amerika Utara, dan Australia atau Selandia Baru,” ujar Johanes.
Namun, seiring dengan kebijakan RRC untuk memberikan bantuan dan berinvestasi dengan negara lain, TKA China turut membentuk fenomena migran baru.
Menurut Johanes, kehadiran tenaga kerja itu mendapat penerimaan yang beragam dari masyarakat Indonesia dari berbagai periode.
“Pada pertengahan 2000-an, masyarakat Indonesia menganggap TKA China sebagai inspirasi, khususnya karena etos kerja mereka yang memperlihatkan kedisiplinan,” ucapnya.
Namun, sejak 2015 berkembang pula pandangan negatif di kalangan masyarakat terhadap kehadiran TKA asal China, khususnya terkait jumlah dan persentasi mereka, potensi mereka menjadi pesaing bagi pekerja dan calon pekerja asal Indonesia, kesenjangan budaya, dan isu terkait legalitas.
Dalam pandangannya, meski persepsi yang berkembang dalam masyarakat kadang-kadang berbeda dari realita yang ada, namun kekhawatiran yang berkembang dalam masyarakat dapat dipahami.
Dia juga memberi perhatian khusus pada persentasi yang cukup tinggi dan kecenderungan peningkatan TKA asal China. Isu terkait legalitas dari sebagian TKA asal China juga patut mendapat perhatian khusus.
“Sebagian dari mereka berpendidikan tinggi dan memilih bermigrasi ke negara-negara yang relatif kaya seperti negara-negara di Eropa, Amerika Utara, dan Australia atau Selandia Baru,” ujar Johanes.
Namun, seiring dengan kebijakan RRC untuk memberikan bantuan dan berinvestasi dengan negara lain, TKA China turut membentuk fenomena migran baru.
Menurut Johanes, kehadiran tenaga kerja itu mendapat penerimaan yang beragam dari masyarakat Indonesia dari berbagai periode.
“Pada pertengahan 2000-an, masyarakat Indonesia menganggap TKA China sebagai inspirasi, khususnya karena etos kerja mereka yang memperlihatkan kedisiplinan,” ucapnya.
Namun, sejak 2015 berkembang pula pandangan negatif di kalangan masyarakat terhadap kehadiran TKA asal China, khususnya terkait jumlah dan persentasi mereka, potensi mereka menjadi pesaing bagi pekerja dan calon pekerja asal Indonesia, kesenjangan budaya, dan isu terkait legalitas.
Dalam pandangannya, meski persepsi yang berkembang dalam masyarakat kadang-kadang berbeda dari realita yang ada, namun kekhawatiran yang berkembang dalam masyarakat dapat dipahami.
Dia juga memberi perhatian khusus pada persentasi yang cukup tinggi dan kecenderungan peningkatan TKA asal China. Isu terkait legalitas dari sebagian TKA asal China juga patut mendapat perhatian khusus.
Lihat Juga :