Polemik Pemekaran Wilayah Mencuat, Forkonas PP DOB: Sudah Waktunya!

Jum'at, 02 Mei 2025 - 08:36 WIB
loading...
Polemik Pemekaran Wilayah...
Ketua Umum Forkonas PP DOB Syaiful Huda menyatakan wacana pemekaran wilayah sudah saatnya dibahas secara serius. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Polemik pembentukan daerah otonomi baru (DOB) kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkonas PP DOB) menilai wacana pemekaran wilayah memang sudah saatnya dibahas secara serius.

Hal itu mengingat moratorium pembentukan wilayah baru telah berjalan hampir 10 tahun.

Baca juga: DPR Ungkap Sosok yang Usulkan Solo Jadi Daerah Istimewa Surakarta

“Kami menilai memang sudah waktunya stake holder pengelolaan wilayah kembali duduk bersama termasuk mendengarkan masukan elemen masyarakat sipil terkait urgensi pemekaran wilayah. Kami menilai penutupan kran pembentukan wilayah baru tidak bijak di tengah fakta masih belum optimalnya layanan publik dan belum meratanya akses pembangunan di sejumlah wilayah,” ujar Ketua Umum Forkonas PP DOB Syaiful Huda di Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Dia mengungkapkan desakan pembentukan wilayah baru seperti terjadi usulan pemecahan Jawa Tengah menjadi empat provinsi, Jawa Barat tiga provinsi, maupun pembentukan Daerah Istimewa Surakarta merupakan cerminan dinamika masyarakat.

Menurutnya usulan tersebut tentu tidak muncul dari ruang kosong tetapi ada basis objektif yang perlu didiskusikan lebih lanjut.

“Pemerintah harus mendengarkan suara-suara elemen masyarakat terkait adanya usulan pemekaran wilayah. Selama ini suara-suara tersebut diabaikan menyusul adanya keputusan moratorium pembentukan wilayah baru sejak 2016 lalu,” katanya.

Baca juga: Mendagri Bakal Kaji Usulan Solo Jadi Daerah Istimewa Surakarta

Huda mengatakan selama ini pemerintah terkesan menutup pintu dialog terkait pembentukan daerah otonomi baru. Alasan-alasan jika mayoritas daerah otonomi baru masih menjadi beban anggaran negara, daerah otonomi baru hanya memicu konflik politik, wilayah baru hanya keinginan sebagian elit kerap dilontarkan untuk menolak wacana pemekaran wilayah.

“Padahal ada kondisi-kondisi objektif di lapangan di mana memang satu wilayah butuh dimekarkan,” katanya.

Dia mencontohkan wilayah Jawa Barat di mana dari segi luasan wilayah sudah tidak ideal untuk menyelenggarakan layanan publik secara optimal. Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia jumlah kabupaten/kota hanya berjumlah 29 wilayah. Jumlah penduduk Kabupaten Bogor menjadi terbanyak di Indonesia.

“Namun demikian usulan pemekaran wilayah Kabupaten Bogor Barat yang diajukan sejak bertahun lalu sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya, sementara ruang dialog juga tidak dibuka,” katanya.



Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini mengakui jika tidak semua daerah otonomi baru berhasil mengembangkan wilayahnya. Kendati demikian hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutup pintu pemekaran wilayah.

“Pemekaran wilayah itu upaya mewujudkan pemerataan akses layanan publik kalau dalam perjalanannya mereka mengalami kendali ya harus dievaluasi. Tetapi bukan berarti ikhtiar itu harus dimatikan dengan cara moratorium seperti saat ini,” katanya.

Politikus PKB ini menegaskan jika Forkonas PP DOB siap jika pemerintah memberikan syarat yang super ketat untuk pembentukan daerah otonomi baru asalkan dilakukan secara fair dan transparan. Menurutnya hal itu masih jauh lebih baik daripada pintu pemekaran ditutup rapat.

“Pemekaran bukan masalah membangun kemegahan kantor bupati/wali kota, tapi komitmen peningkatan pelayanan publik yang lebih dekat masyarakat. Apalagi Asta Cita Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan dengan membangun dari daerah,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Muncul Wacana Jawa Barat...
Muncul Wacana Jawa Barat Dimekarkan Jadi 5 Provinsi, Ini Respons Dede Yusuf
Forkonas PP DOB Minta...
Forkonas PP DOB Minta Moratorium Pemekaran Wilayah Dibuka
Penjelasan Lembaga Dewan...
Penjelasan Lembaga Dewan Adat Keraton Solo soal Sosok Dani Nur Adiningrat
Sosok Dani Nur Adiningrat...
Sosok Dani Nur Adiningrat yang Usulkan Solo Jadi Daerah Istimewa, Pernah Dituduh Kumpul Kebo
DPR Ungkap Sosok yang...
DPR Ungkap Sosok yang Usulkan Solo Jadi Daerah Istimewa Surakarta
Makna Filosofi Legiun...
Makna Filosofi Legiun Mangkunegaran dalam Jamuan Royal Dinner 2026
Dorongan Pemekaran Kabupaten...
Dorongan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur Menguat
Wakil Ketua DPRD Jabar:...
Wakil Ketua DPRD Jabar: Pembentukan 5 Provinsi Baru Perlu Perhatikan Kebijakan Strategis Nasional
Rekomendasi
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Berita Terkini
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved