Tarif Trump dan Ilusi Perlindungan

Sabtu, 26 April 2025 - 22:25 WIB
loading...
A A A
Kebijakan perdagangan seharusnya didasarkan pada data, bukan pada emosi. Sayangnya, dalam politik hari ini, kebijakan tarif dijadikan panggung populisme. Perlindungan industri lokal memang penting, tetapi melakukannya dengan cara yang menghancurkan sistem global yang sudah mapan adalah tindakan yang kontraproduktif. Dunia telah membangun sistem perdagangan berbasis aturan (rules-based trade system) pasca-Perang Dunia II untuk menghindari kekacauan ekonomi akibat kebijakan sepihak seperti yang kini dilakukan AS.

Pada posisi ini, Indonesia harus tetap tenang dalam menghadapi provokasi ini. Retaliasi bukan solusi tepat. Negosiasi dan lobi harus dikedepankan. Lebih dari itu dibutuhkan pula respons cerdas. Semisal memperkuat daya saing dalam negeri, mendorong diversifikasi pasar, mempercepat negosiasi bilateral yang rasional, dan berkontribusi aktif dalam reformasi WTO. Kebijakan Indonesia harus berpihak pada kepentingan jangka panjang, bukan reaktif terhadap tekanan sesaat. Menata industrialisasi dengan dukungan deregulasi sektor industri perlu diupayakan lebih serius.



Di tengah gejolak ini, dunia membutuhkan pemimpin ekonomi yang bijak, bukan agresif. Indonesia bisa mengambil peran tersebut, menjadi jembatan antara negara maju dan berkembang, antara pasar bebas dan proteksi, antara pertumbuhan dan keadilan. Tarif Trump adalah simbol dari dunia yang kehilangan kompas moral dalam berdagang. Tetapi kita tidak harus ikut tersesat. Justru saat seperti inilah Indonesia bisa menunjukkan bahwa perdagangan internasional bukan soal menang-kalah, tetapi tentang membangun bersama. Artinya, ke depan diperlukan format baru jalan menuju perdagangan yang beradab.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Rekomendasi
Lisa BLACKPINK Raup...
Lisa BLACKPINK Raup Nilai Komersial Rp198 Miliar usai Tampil di Piala Dunia 2026
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ketum dan Bendahara...
Ketum dan Bendahara Federasi Sepak Bola Argentina Ditangkap FBI?
Berita Terkini
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved