Kembalikan SK Dukungan PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni Ogah Jadi Bulan-bulanan di Pilgub Sumbar
Sabtu, 05 September 2020 - 15:03 WIB
loading...
Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni mengembalikan surat dukungan dari PDIP untuk Pilkada 2020. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni mengembalikan surat dukungan dari PDIP untuk Pilkada 2020. Keputusan tersebut diambil keduanya menyusul pernyataan kontroversial dari Ketua DPP PDIP Puan Maharani tentang Sumatera Barat.
Menanggapi itu, pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai dikembalikannya surat dukungan kepada PDIP merupakan hal yang rasional dilakukan oleh Mulyadi-Ali. "Karena jika tak dikembalikan akan sangat merugikan dalam pencalonan mereka berdua. Karena ucapan Puan tersebut, jelas akan membuat masyarakat Sumbar tak simpati padanya," ujar Ujang saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (5/9/2020).
Ujang juga menilai pengembalian surat dukungan tersebut untuk memotong mata rantai kerugian yang lebih besar lagi. Sebab, pernyataan Puan sangat sensitif. Diketahui, Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani melontarkan pernyataan di acara pengumuman cagub-cawagub Sumatera Barat. Di sela acara pengumuman, terselip harapan Puan agar Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila.
(Baca juga: Pernyataan Puan Maharani soal Sumbar Merugikan Citranya Sendiri, Bisa Digoreng Jelang 2024 ).
"Lagi pula, dengan dikembalikannya SK dukungan ke PDIP tidak membatalkan atau menggugurkan pencalonan mereka berdua sebagai cagub/cawagub Sumbar. Langkah yang tepat agar pasangan Mulyadi-Ali tak jadi bulan-bulanan atas pernyataan Puan tersebut," kata Ujang.
Menanggapi itu, pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai dikembalikannya surat dukungan kepada PDIP merupakan hal yang rasional dilakukan oleh Mulyadi-Ali. "Karena jika tak dikembalikan akan sangat merugikan dalam pencalonan mereka berdua. Karena ucapan Puan tersebut, jelas akan membuat masyarakat Sumbar tak simpati padanya," ujar Ujang saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (5/9/2020).
Ujang juga menilai pengembalian surat dukungan tersebut untuk memotong mata rantai kerugian yang lebih besar lagi. Sebab, pernyataan Puan sangat sensitif. Diketahui, Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani melontarkan pernyataan di acara pengumuman cagub-cawagub Sumatera Barat. Di sela acara pengumuman, terselip harapan Puan agar Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila.
(Baca juga: Pernyataan Puan Maharani soal Sumbar Merugikan Citranya Sendiri, Bisa Digoreng Jelang 2024 ).
"Lagi pula, dengan dikembalikannya SK dukungan ke PDIP tidak membatalkan atau menggugurkan pencalonan mereka berdua sebagai cagub/cawagub Sumbar. Langkah yang tepat agar pasangan Mulyadi-Ali tak jadi bulan-bulanan atas pernyataan Puan tersebut," kata Ujang.
Lihat Juga :