Pengamat Sebut Influencer Dibutuhkan untuk Sampaikan Informasi
Jum'at, 04 September 2020 - 20:03 WIB
loading...
Keberadaan influencer juga dianggap bisa menghemat APBN karena tak perlu mengeluarkan anggaran untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Influencer dinilai sangat diperlukan, khususnya di era digital saat ini untuk menyampaikan informasi. Keberadaan influencer juga dianggap bisa menghemat APBN karena tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah.
(Baca juga: Jasa Influencer, PKS: Pemerintah Bertanggung Jawab atas Terbelahnya Rakyat)
Demikian pernyataan Pendiri Mediawave, Yose Rizal dalam Webinar yang diselenggarakan Kompas TV dengan tema Influencer dan Pemerintahan Jokowi, Jumat (4/9/2020).
"Influencer satu hal yang tidak bisa dihindari. Pemerintah butuh itu. Mohon semua pihak jangan mendiskreditkan influencer yang membantu pemerintah justru itu akan menghemat APBN. Karena mayoritas influencer ini sifatnya relawan, tidak ada transaksi," kata Yose.
(Baca juga: Apa Perbedaan antara Buzzer dan Influencer?)
Yose mengatakan, perlu diingat kalau bahwa Presiden Jokowi sangat didukung oleh basis relawan. "Saya meyakini banyak akun di sosmed memviralkan komunikasi pemerintah dengan basis relawan itu. Sehingga sifatnya bukan transaksional tapi relawan, dan itu keuntungan pemerintah," kata Yose.
(Baca juga: Jasa Influencer, PKS: Pemerintah Bertanggung Jawab atas Terbelahnya Rakyat)
Demikian pernyataan Pendiri Mediawave, Yose Rizal dalam Webinar yang diselenggarakan Kompas TV dengan tema Influencer dan Pemerintahan Jokowi, Jumat (4/9/2020).
"Influencer satu hal yang tidak bisa dihindari. Pemerintah butuh itu. Mohon semua pihak jangan mendiskreditkan influencer yang membantu pemerintah justru itu akan menghemat APBN. Karena mayoritas influencer ini sifatnya relawan, tidak ada transaksi," kata Yose.
(Baca juga: Apa Perbedaan antara Buzzer dan Influencer?)
Yose mengatakan, perlu diingat kalau bahwa Presiden Jokowi sangat didukung oleh basis relawan. "Saya meyakini banyak akun di sosmed memviralkan komunikasi pemerintah dengan basis relawan itu. Sehingga sifatnya bukan transaksional tapi relawan, dan itu keuntungan pemerintah," kata Yose.
Lihat Juga :