Syahganda Nainggolan Anggap Teror Kepala Babi Perbuatan Biadab dan Haram
Sabtu, 22 Maret 2025 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, pihak-pihak yang tidak menyukai wartawan atau produk media tertentu dapat mengadukan ke Dewan Pers maupun membuat sanggahan. Ia mengingatkan berbagai fasilitas penyebaran informasi saat ini sangat tersedia dan gampang untuk meluruskan sebuah berita yang dianggap menyimpang.
Syahganda juga meminta para wartawan agar memperkuat organisasi mereka untuk menghadapi teror dan tantangan ke depan. Namun, diakui Syahganda bahwa perpecahan di organisasi wartawan beberapa tahun belakangan ini dapat memperlemah posisi politik wartawan di Indonesia.
"Wartawan harus kuat organisasinya. Jika kuat mereka bisa menghadapi teror dan berbagai tekanan. Organisasi ini harus menjadi pelindung wartawan bukan malah terpecah belah," pungkasnya.
Baca juga: Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo, Istana: Itu Problem Mereka, Nggak Bisa Kita Tanggapi Apa-apa
Sebelumnya, Dewan Pers mengutuk keras pengiriman kepala babi kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik Tempo. Aksi tersebut dinilai bentuk kekerasan dan premanisme.
Syahganda juga meminta para wartawan agar memperkuat organisasi mereka untuk menghadapi teror dan tantangan ke depan. Namun, diakui Syahganda bahwa perpecahan di organisasi wartawan beberapa tahun belakangan ini dapat memperlemah posisi politik wartawan di Indonesia.
"Wartawan harus kuat organisasinya. Jika kuat mereka bisa menghadapi teror dan berbagai tekanan. Organisasi ini harus menjadi pelindung wartawan bukan malah terpecah belah," pungkasnya.
Baca juga: Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo, Istana: Itu Problem Mereka, Nggak Bisa Kita Tanggapi Apa-apa
Sebelumnya, Dewan Pers mengutuk keras pengiriman kepala babi kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik Tempo. Aksi tersebut dinilai bentuk kekerasan dan premanisme.
Lihat Juga :