Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo, Istana: Itu Problem Mereka, Nggak Bisa Kita Tanggapi Apa-apa
Jum'at, 21 Maret 2025 - 21:58 WIB
loading...
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi meminta teror kepala babi yang dikirim ke Kantor Tempo tidak dibesar-besarkan. FOTO/DOK.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menanggapi teror pengiriman paket berisi kepala babi yang ditujukan kepada jurnalis Tempo , Francisca Christy Rosana (Cica). Hasan Nasbimeminta kejadian itu tidak dibesar-besarkan.
"Ini kan problem mereka dengan entah siapa, entah siapa yang ngirim. Buat saya, enggak bisa kita tanggapi apa-apa. Ini problem mereka, entah dengan siapa, siapa yang ngirim," kata Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025).
Hasan Nasbi meminta untuk tidak melebih-lebihkan permasalahan ini. Apalagi, Hasan telah melihat sendiri sikap Cica di sosial media yang tampak santai terhadap teror kepala babi ini.
"Apakah itu benaran seperti itu? Atau cuma jokes, karena saya lihat juga mereka menanggapinya dengan jokes. Jadi menurut saya enggak usah dibesarkan," tegasnya.
Hasan kembali menegaskan bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan pers. "Ada yang dihalang-halangi bikin berita? Kalau nggak ada yang dihalang-halangi bikin berita, itu artinya kebebasan pers kita bagus," katanya.
"Ada yang di-stop buat bikin berita dan wawancara? Nggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang takut nggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi nggak untuk liputan di istana? Kan nggak. Itu artinya nggak ada kebebasan press yang dikekang," tambah Hasan.
"Ini kan problem mereka dengan entah siapa, entah siapa yang ngirim. Buat saya, enggak bisa kita tanggapi apa-apa. Ini problem mereka, entah dengan siapa, siapa yang ngirim," kata Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025).
Hasan Nasbi meminta untuk tidak melebih-lebihkan permasalahan ini. Apalagi, Hasan telah melihat sendiri sikap Cica di sosial media yang tampak santai terhadap teror kepala babi ini.
"Apakah itu benaran seperti itu? Atau cuma jokes, karena saya lihat juga mereka menanggapinya dengan jokes. Jadi menurut saya enggak usah dibesarkan," tegasnya.
Hasan kembali menegaskan bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan pers. "Ada yang dihalang-halangi bikin berita? Kalau nggak ada yang dihalang-halangi bikin berita, itu artinya kebebasan pers kita bagus," katanya.
"Ada yang di-stop buat bikin berita dan wawancara? Nggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang takut nggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi nggak untuk liputan di istana? Kan nggak. Itu artinya nggak ada kebebasan press yang dikekang," tambah Hasan.
Lihat Juga :