Jubir Penanganan Corona Diharap Redam Kesimpangsiuran Informasi

Rabu, 04 Maret 2020 - 09:48 WIB
Jubir Penanganan Corona...
Jubir Penanganan Corona Diharap Redam Kesimpangsiuran Informasi
A A A
JAKARTA - Keputusan pemerintah menunjuk Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto sebagai juru bicara (Jubir) untuk penanganan virus corona ditanggapi oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Didik Mukrianto.

(Baca juga: Tangani Wabah Corona, Pemerintah Tunjuk Achmad Yurianto sebagai Jubir)

Didik berharap, keputusan pemerintah itu akan mampu untuk menginformasikan maupun meredam kesimpangsiuran tentang corona di Indonesia. Pasalnya, sebelumnya sempat terjadi kesimpangsiuran berita corona di Indonesia.

"Informasi resmi dan tunggal yang terang dan jelas, serta komprehensif dari pemerintah terkait dengan penyebaran Covid-19 (Corona) sangat dibutuhkan untuk meredam kesimpangsiuran dan ketidakpercayaan masyarakat dan internasional terkait dengan penyebaran corona di Indonesia," kata Didik Mukrianto kepada SINDOnews, Rabu (4/3/2020).

Anggota Komisi III DPR ini mengingatkan pemerintah, bahwa keberadaan juru bicara tidak akan banyak membantu, apabila pemerintah tidak segera menetapkan langkah-langkah strategis agar pandemik corona ini tidak menjadi epidemi di Indonesia. Walaupun, diakuinya, juru bicara memang dibutuhkan.

"Namun yang utama dan harus dilakukan pemerintah adalah membuat langkah-langkah cepat, strategis dan tepat untuk melakukan pencegahan, pengobatan dan antisipasi dini tentang potensi penyebaran corona yang lebih luas di Indonesia. Jangan sampai terjadi epidemi di Indonesia," kata Ketua Umum Karang Taruna Indonesia ini.

Diketahui, dua warga Depok, Jawa Barat, positif terinfeksi virus corona. Ibu dan anak itu tertular oleh seorang warga Jepang yang berdomisili di Malaysia. Mereka bertemu di sebuah acara klub dansa di Klub Paloma dan Amigos Jakarta pada 14 Februari lalu.
(maf)
Berita Terkait
Ahmad Yurianto Sebut...
Ahmad Yurianto Sebut 193.571 Orang Berstatus ODP dan 17.754 PDP Corona
Stafsus Presiden Yakin...
Stafsus Presiden Yakin Penanganan Corona Tak Dipolitisasi
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Berdaya Hadapi Mafia Pasar
Ketegasan Pemerintah...
Ketegasan Pemerintah dan Kedisiplinan Masyarakat Kunci Memutus Corona
Pemerintah Diminta Perlakukan...
Pemerintah Diminta Perlakukan Pandemi Corona seperti Ancaman Perang
Partai Demokrat Minta...
Partai Demokrat Minta Penanganan Wabah Corona Tidak Politis
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Kombes Nurul Azizah,...
Kombes Nurul Azizah, Polwan Pertama jadi Jubir Polri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved