Kembangkan Talenta Berbasis AI, Kemenag-ESQ Latih Guru BK Madrasah
Kamis, 06 Maret 2025 - 20:29 WIB
loading...
Kemenag bekerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG) memberikan pelatihan kepada 72 guru BK Madrasah berbasis AI Talent-DNA dari seluruh Indonesia yang digelar di Menara 165 ESQ, Jakarta, Kamis (5/3/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bekerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG) memberikan pelatihan kepada 72 guru Bimbingan Konseling Madrasah berbasis AI Talent-DNA dari seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Menara 165 ESQ, Jakarta, Kamis (5/3/2025).
Kegiatan ini wujud pengabdian kepada masyarakat dan Tri Dharma perguruan tinggi dari UAG University dan ESQ Business School.
Baca juga: Guru Madrasah Diminta Dukung Implementasi Program Moderasi Beragama
Dalam sambutannya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, pelatihan guru BK madrasah sangat penting agar para pendidik mampu memetakan talenta siswanya sejak dini sehingga mudah diarahkan ke depan.
"Saya sangat mengapresiasi kepada ESQ dan pejabat di Pendis untuk melaksanakan pelatihan ini. Saya terharu peserta datang dari seluruh Indonesia. Jika kita baca, perkembangan teknologi dan sains itu sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an. AI yang orang lain masih wacana, kita langsung sudah merasakan. Jadi pelatihan ini kita adakan dalam rangka melaksanakan ajaran Al-Qur'an," ujarnya.
Menurut dia, Al-Qur'an selalu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Keajaiban Al-Qur'an dengan bantuan teknologi masa kini, termasuk AI terus terungkap. Banyak ilmu pengetahuan yang semakin terbuka dan itu memberi jawaban beragam persoalan di zaman yang semakin canggih.
“Dahsyat sekali kerja sama ini. Dengan alat yang canggih, ESQ dan UAG University menampilkan AI Talent DNA sehingga kecanggihan teknologi ini dapat mengembangkan pendidikan keagamaan,” ujar Nasaruddin.
Dalam kesempatan sama, Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian menuturkan keinginan UAG terlibat dalam mengembangkan talenta di madrasah dalam rangka menyiapkan generasi hebat menuju Indonesia Emas 2045.
"Saya alumni Madrasah Ibtidaiyyah Al-Ittihad, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Awaluddin, Tanah Abang. Senang bisa membantu madrasah. Sebagai alumni madrasah dan menjadi duta madrasah ingin ikut berkontribusi mengembangkan talenta hebat sejak awal dari anak-anak madrasah melalui diklat guru BK ini," katanya.
"Insyaallah tahun 2045 menyongsong Indonesia Emas akan benar-benar terjadi. Dari madrasah akan lahir pemikir-pemikir seperti Ibnu Sina modern yang mampu menguasai berbagai disiplin keilmuan. Kemenag keren sekali. Responsif. Sekali ditawarkan langsung jadi," sambung pendiri ESQ 165 ini.
Dirjen Pendis Amien Suyitno mengakui peran penting guru BK dalam membimbing siswa menghadapi tantangan akademik dan menentukan masa depan. “Guru BK harus memiliki hati yang luas, karena mereka menghadapi berbagai permasalahan dan keluh kesah murid,” katanya.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan madrasah ramah anak. Guru diharapkan memiliki pendekatan yang lebih personal dan memahami kebutuhan siswa.
Dengan pemanfaatan teknologi dalam bimbingan konseling diharapkan proses pembelajaran di Madrasah Aliyah semakin efektif dan sesuai dengan potensi serta passion siswa.
Direktur GTK Madrasah Thobib Al Asyhar menambahkan program ini merupakan awal yang baik untuk meningkatkan peran guru BK madrasah agar lebih berdaya.
"Guru BK madrasah harus mampu menjawab tantangan kekinian. Madrasah yang memiliki distingsi dari sisi pembentukan karakter siswa berbasis Islam harus diintervensi sejak dini melalui peran guru BK sehingga lahir alumni yang cerdas dan berakhlak mulia," katanya.
Kegiatan ini wujud pengabdian kepada masyarakat dan Tri Dharma perguruan tinggi dari UAG University dan ESQ Business School.
Baca juga: Guru Madrasah Diminta Dukung Implementasi Program Moderasi Beragama
Dalam sambutannya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, pelatihan guru BK madrasah sangat penting agar para pendidik mampu memetakan talenta siswanya sejak dini sehingga mudah diarahkan ke depan.
"Saya sangat mengapresiasi kepada ESQ dan pejabat di Pendis untuk melaksanakan pelatihan ini. Saya terharu peserta datang dari seluruh Indonesia. Jika kita baca, perkembangan teknologi dan sains itu sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an. AI yang orang lain masih wacana, kita langsung sudah merasakan. Jadi pelatihan ini kita adakan dalam rangka melaksanakan ajaran Al-Qur'an," ujarnya.
Menurut dia, Al-Qur'an selalu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Keajaiban Al-Qur'an dengan bantuan teknologi masa kini, termasuk AI terus terungkap. Banyak ilmu pengetahuan yang semakin terbuka dan itu memberi jawaban beragam persoalan di zaman yang semakin canggih.
“Dahsyat sekali kerja sama ini. Dengan alat yang canggih, ESQ dan UAG University menampilkan AI Talent DNA sehingga kecanggihan teknologi ini dapat mengembangkan pendidikan keagamaan,” ujar Nasaruddin.
Dalam kesempatan sama, Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian menuturkan keinginan UAG terlibat dalam mengembangkan talenta di madrasah dalam rangka menyiapkan generasi hebat menuju Indonesia Emas 2045.
"Saya alumni Madrasah Ibtidaiyyah Al-Ittihad, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Awaluddin, Tanah Abang. Senang bisa membantu madrasah. Sebagai alumni madrasah dan menjadi duta madrasah ingin ikut berkontribusi mengembangkan talenta hebat sejak awal dari anak-anak madrasah melalui diklat guru BK ini," katanya.
"Insyaallah tahun 2045 menyongsong Indonesia Emas akan benar-benar terjadi. Dari madrasah akan lahir pemikir-pemikir seperti Ibnu Sina modern yang mampu menguasai berbagai disiplin keilmuan. Kemenag keren sekali. Responsif. Sekali ditawarkan langsung jadi," sambung pendiri ESQ 165 ini.
Dirjen Pendis Amien Suyitno mengakui peran penting guru BK dalam membimbing siswa menghadapi tantangan akademik dan menentukan masa depan. “Guru BK harus memiliki hati yang luas, karena mereka menghadapi berbagai permasalahan dan keluh kesah murid,” katanya.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan madrasah ramah anak. Guru diharapkan memiliki pendekatan yang lebih personal dan memahami kebutuhan siswa.
Dengan pemanfaatan teknologi dalam bimbingan konseling diharapkan proses pembelajaran di Madrasah Aliyah semakin efektif dan sesuai dengan potensi serta passion siswa.
Direktur GTK Madrasah Thobib Al Asyhar menambahkan program ini merupakan awal yang baik untuk meningkatkan peran guru BK madrasah agar lebih berdaya.
"Guru BK madrasah harus mampu menjawab tantangan kekinian. Madrasah yang memiliki distingsi dari sisi pembentukan karakter siswa berbasis Islam harus diintervensi sejak dini melalui peran guru BK sehingga lahir alumni yang cerdas dan berakhlak mulia," katanya.
(jon)
Lihat Juga :