LPG, Jargas, Subsidi, dan Kompensasi

Selasa, 25 Februari 2025 - 15:53 WIB
loading...
A A A
Langkah ini bertujuan agar LPG bersubsidi hanya digunakan oleh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di wilayah wilayah demikian, PT PGN sebagai sub holding gas dari Pertamina Group perlu didorong untuk mengembangkan bisnisnya secara komersial.

Peran PGN dalam Pengembangan Jargas Non-APBN: Antara Harapan dan Tantangan

PGN berperan dalam memperluas jargas non-APBN, tetapi menghadapi beberapa tantangan:
1. Volume Pemakaian Rendah: Konsumsi gas rumah tangga masih rendah dibanding LPG.
2. Harga Pokok Produksi Tinggi: Infrastruktur dan biaya operasional tinggi membuat harga jual gas rumah tangga sulit bersaing. Infrastruktur dibangun dengan dana dolar, sementara harga jual LPG ditentukan oleh Pemerintah
3. Persaingan dengan LPG Bersubsidi: Harga LPG subsidi jauh lebih murah dibanding gas bumi, menyebabkan masyarakat enggan beralih ke jargas.
4. Kendala Implementasi: Proses perizinan, biaya retribusi, dan minimnya edukasi masyarakat menjadi penghambat utama.

Dominasi BUMN dalam Impor dan Distribusi LPG: Keniscayaan atau Tantangan?
Pertamina menguasai sebagian besar impor dan distribusi LPG di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menjamin ketersediaan LPG di seluruh wilayah dengan harga yang stabil. Namun, dalam jangka panjang, perlu ada strategi bertahap untuk membuka pasar LPG yang lebih kompetitif dengan melibatkan sektor swasta. Untuk memastikan terciptanya persaingan usaha yang sehat dan adil, dengan tetap mempertimbangkan kewajiban penyediaan Public Service Operation oleh BUMN Energi, Pemerintah perlu berkonsultasi serta mendapatkan saran dan pertimbangan dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)

Penggunaan CNG dan LNG

Sebagai alternatif LPG di wilayah yang belum memiliki jargas, pemerintah dapat mendorong penggunaan:
• Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah tangga dan usaha kecil.
• Liquefied Natural Gas (LNG) untuk industri dan transportasi.

Kebijakan ini memerlukan insentif dan penyederhanaan regulasi agar lebih menarik bagi investor. Selain itu juga perlu ada sedikit "efek memaksa", seperti pewajiban kepada Pengembang di wilayah komersial membangun fasilitasi infrastruktur CNG, LNG, dan atau Sambungan Gas Rumah Tangga. Dengan demikian, pelaksana bisnis di sektor retail akan lebih terbantu. Hal ini juga akan merupakan wujud nyata komunitas bisnis berpartisipasi dalm meningkatkan pemakaian gas untuk sektor rumah tangga dan bisnis. Gas adalah energi yang tepat sebagai transisi dari energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Penutup

Pengelolaan subsidi LPG membutuhkan reformasi menyeluruh agar lebih tepat sasaran. Sinkronisasi DTKS dengan sistem distribusi digital dapat mengurangi kebocoran subsidi. Wilayah dengan infrastruktur energi alternatif harus didorong untuk beralih dari LPG bersubsidi ke jargas atau energi lain yang lebih efisien.



Dengan kebijakan yang lebih terstruktur, dukungan pada infrastruktur jargas, serta penguatan regulasi subsidi, Indonesia dapat memastikan transisi energi yang lebih berkelanjutan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Beri Kompensasi untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Mendiktisaintek Ungkap...
Mendiktisaintek Ungkap Prabowo Instruksikan Kampus Cari Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan Elpiji
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Pemerintah Siapkan Kompensasi...
Pemerintah Siapkan Kompensasi Rumah Rusak Pascabencana Sumatera, Mendagri Ungkap Nilainya
Akses Darat Masih Terbatas,...
Akses Darat Masih Terbatas, Penyaluran BBM dan Gas via Udara untuk 3 Kabupaten di Aceh
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Rekomendasi
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Berita Terkini
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved