Denny JA, Pelopor Puisi Esai yang Menghidupkan Sejarah dan Advokasi Sosial
Kamis, 13 Februari 2025 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
“Denny JA membawa sastra ke ranah yang lebih luas. Ia tidak hanya menulis untuk dinikmati oleh kalangan sastra, tetapi juga untuk membentuk kesadaran massa,” jelas Irsyad Mohammad.
Baca juga: Duka Kopassus, 2 Prajurit Terbaiknya Prada Heroik dan Pratu Hartono Gugur di Medan Operasi
Bahasa yang digunakan Denny JA komunikatif dan lugas, berbeda dari gaya penyair avant-garde yang cenderung eksperimental. Hal ini membuat karyanya mudah dipahami oleh khalayak luas, sekaligus memungkinkan untuk dialihwahanakan ke dalam bentuk teater, cerita bergambar, atau film.
Serial 15 Puisi Esai berjudul Mereka yang Mulai Teriak Merdeka mengangkat isu-isu kemanusiaan yang masih relevan hingga saat ini. Misalnya, dalam puisi tentang R.A. Kartini, Denny JA menambahkan fiksi tentang surat yang tidak sempat dikirim Kartini, menggambarkan pergolakan batinnya saat dihadapkan pada keputusan ayahnya untuk menikahkannya sebagai istri keempat seorang bupati.
“Denny JA tidak hanya menceritakan sejarah, tetapi juga menghidupkannya kembali dengan sentuhan fiksi yang menyentuh,” papar Irsyad.
Baca juga: Duka Kopassus, 2 Prajurit Terbaiknya Prada Heroik dan Pratu Hartono Gugur di Medan Operasi
Bahasa yang digunakan Denny JA komunikatif dan lugas, berbeda dari gaya penyair avant-garde yang cenderung eksperimental. Hal ini membuat karyanya mudah dipahami oleh khalayak luas, sekaligus memungkinkan untuk dialihwahanakan ke dalam bentuk teater, cerita bergambar, atau film.
Serial 15 Puisi Esai berjudul Mereka yang Mulai Teriak Merdeka mengangkat isu-isu kemanusiaan yang masih relevan hingga saat ini. Misalnya, dalam puisi tentang R.A. Kartini, Denny JA menambahkan fiksi tentang surat yang tidak sempat dikirim Kartini, menggambarkan pergolakan batinnya saat dihadapkan pada keputusan ayahnya untuk menikahkannya sebagai istri keempat seorang bupati.
“Denny JA tidak hanya menceritakan sejarah, tetapi juga menghidupkannya kembali dengan sentuhan fiksi yang menyentuh,” papar Irsyad.
Lihat Juga :