Dukung Ketahanan Pangan dan Energi, Inkowapi Ubah Jelantah Jadi Bioavtur
Selasa, 11 Februari 2025 - 20:14 WIB
loading...
Inkowapi bersama Sahabat Usaha Rakyat mendukung ketahanan pangan dan energi dalam Program Asta Cita. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dukung ketahanan pangan dan energi, Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) bersama Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) terus melakukan inovasi. Salah satunya dengan pengembangan energi baru terbarukan.
Berkolaborasi bersama Greenia, inovasi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan diwujudkan dalam penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menyulap minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai menjadi bahan bakar penerbangan atau bioavtur.
Ketua Umum Inkowapi Sharmila Yahya mengatakan, Indonesia memiliki potensi minyak jelantah yang besar, diperkirakan bisa mencapai 1-3 juta ton per tahun yang bisa dimanfaatkan sebagai energi ramah lingkungan bioavtur.
Baca juga: Target Swasembada Pangan 2027 Diyakini Mampu Diwujudkan
”Minyak jelantah sendiri bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat Sustainable Aviation Fuel (SAF). Ini adalah inovasi yang bisa dilakukan kalangan masyarakat secara mandiri,” ujar Sharmila saat peluncuran Gerakan Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Dalam proses menyulap minyak jelantah menjadi bioavtur, CEO Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) ini mengungkapkan pihaknya mendorong inisiasi menukar minyak jelantah dengan sembako.
Baca juga: Tunjukkan Komitmen Pengembangan Energi Terbarukan, Australia Gelontorkan Rp130 Miliar ke Indonesia
Berkolaborasi bersama Greenia, inovasi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan diwujudkan dalam penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menyulap minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai menjadi bahan bakar penerbangan atau bioavtur.
Ketua Umum Inkowapi Sharmila Yahya mengatakan, Indonesia memiliki potensi minyak jelantah yang besar, diperkirakan bisa mencapai 1-3 juta ton per tahun yang bisa dimanfaatkan sebagai energi ramah lingkungan bioavtur.
Baca juga: Target Swasembada Pangan 2027 Diyakini Mampu Diwujudkan
”Minyak jelantah sendiri bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat Sustainable Aviation Fuel (SAF). Ini adalah inovasi yang bisa dilakukan kalangan masyarakat secara mandiri,” ujar Sharmila saat peluncuran Gerakan Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Dalam proses menyulap minyak jelantah menjadi bioavtur, CEO Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) ini mengungkapkan pihaknya mendorong inisiasi menukar minyak jelantah dengan sembako.
Baca juga: Tunjukkan Komitmen Pengembangan Energi Terbarukan, Australia Gelontorkan Rp130 Miliar ke Indonesia
Lihat Juga :