Pejabat Bermental Strawberry Akan Memperburuk Kinerja Pemerintahan Prabowo
Kamis, 06 Februari 2025 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif Mardani Foundation ini melihat pengelolaan Indonesia yang multikompleks dalam kondisi stabil saja belum tentu ringan, apalagi di era TUNA. Karenanya, perlu keandalan pemimpin yang bermental kokoh dan visioner di semua tingkatan. Bahkan, mengingat masa depan yang semakin sulit diproyeksikan, perlu kepiawaian yang melampaui kadar prasyarat kepemimpinan strategis, di samping pentingnya kolaborasi yang sistematis dan terkontrol baik.
Dina menambahkan, 2045 dicanangkan sebagai Indonesia Emas, tonggak impian yang diharapkan menggambarkan kemajuan Indonesia setelah 100 tahun kemerdekaan.
“Akankah kejayaan itu sekedar mimpi atau dapat terwujud sebagai kenyataan? Faktanya, saat ini kita masih dihadapkan dengan Situasi penegakan hukum atau tebang pilih yang tidak mudah, Konsistensi dan disparitas kebijakan, dilema target dan keberpihakan anggaran, pemilihan fokus dan harmonisasi kebijakan serta Daya internasionalisasi kompetensi SDM, teknologi dan produk Indonesia yang belum kompetitif,” katanya.
Gagasan besar yang secara fundamendal telah disampaikan Presiden Prabowo perlu diejawantahkan secara proporsional melalui perangkatnya. Pejabat bermental strawberry, karenanya, dalam jangka tertentu bukan sekadar menjadi parasit yang akan memperburuk kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo, namun secara jamak dapat merugikan kepentingan rakyat kebanyakan dan generasi masa depan akibat mengutamakan pragmatisme (semu) dan meniadakan nasionalisme demi mereguk kenikmatan pribadi semata, yang serba instan,” ucap putri almarhum Mardani alumni AKABRI AD 1974.
Dina menambahkan, 2045 dicanangkan sebagai Indonesia Emas, tonggak impian yang diharapkan menggambarkan kemajuan Indonesia setelah 100 tahun kemerdekaan.
“Akankah kejayaan itu sekedar mimpi atau dapat terwujud sebagai kenyataan? Faktanya, saat ini kita masih dihadapkan dengan Situasi penegakan hukum atau tebang pilih yang tidak mudah, Konsistensi dan disparitas kebijakan, dilema target dan keberpihakan anggaran, pemilihan fokus dan harmonisasi kebijakan serta Daya internasionalisasi kompetensi SDM, teknologi dan produk Indonesia yang belum kompetitif,” katanya.
Gagasan besar yang secara fundamendal telah disampaikan Presiden Prabowo perlu diejawantahkan secara proporsional melalui perangkatnya. Pejabat bermental strawberry, karenanya, dalam jangka tertentu bukan sekadar menjadi parasit yang akan memperburuk kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo, namun secara jamak dapat merugikan kepentingan rakyat kebanyakan dan generasi masa depan akibat mengutamakan pragmatisme (semu) dan meniadakan nasionalisme demi mereguk kenikmatan pribadi semata, yang serba instan,” ucap putri almarhum Mardani alumni AKABRI AD 1974.
(cip)
Lihat Juga :