Pejabat Bermental Strawberry Akan Memperburuk Kinerja Pemerintahan Prabowo
Kamis, 06 Februari 2025 - 19:42 WIB
loading...
Pendiri DH Institute Dina Hidayana mengungkapkan, Metafora atau Mental Strawberry berpotensi dialami pejabat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pendiri DH Institute Dina Hidayana mengungkapkan, Metafora atau istilah baru “Mental Strawberry” yang belakangan cenderung disematkan pada generasi muda, tampaknya berpotensi dialami pejabat yang belum matang (mature).
“Alih-alih mewakili kepentingan masyarakat kebanyakan dan memperjuangkan solusi persoalan bangsa, kerentanan juga bisa menggerogoti sebagian pejabat yang terkena strawberry syndrome,” ujar Dina, Kamis (6/2/2025).
Dina mengingatkan pejabat bermental strawberry atau dalam ilmu psikologi dikenal juga dengan istilah instan gratification ini jauh lebih berbahaya. Dari beberapa literasi, ciri-ciri pejabat yang bermental strawberry dianggap rentan, rapuh, kurang tahan banting, tidak kompeten dan kurang tanggung jawab, di antaranya sulit mengontrol diri, mudah emosi dan cepat tersinggung.
Baca juga: Podcast Aksi Nyata: Generasi Strawberry Rawan Kena Mental Health, Ini Alasannya
“Selain itu, mengandalkan atasan dalam mengambil keputusan, tidak berani mengambil risiko dan mudah menyerah. Termasuk kurang fokus, kurang sabar dan sulit menghadapi tantangan besar; menuntut hak fasilitas istimewa, ingin serba instan tanpa kerja keras yang signifikan,” katanya.
Sementara kondisi lingkungan strategis telah bergeser menjadi sangat dinamis, sejak 2016 terjadi perubahan signifikan era baru dari VUCA, BANI dan RUPT menuju masa Turbulency, Uncertainty, Novelty and Ambiquity (TUNA). Hal ini berkonsekuensi serius bagi Indonesia yang memiliki kompleksitas kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia berikut dengan seluruh muatan problematikanya.
Baca juga: Survei Indikator: Pendukung Anies dan Ganjar Puas Terhadap 100 Hari Kinerja Prabowo
“Alih-alih mewakili kepentingan masyarakat kebanyakan dan memperjuangkan solusi persoalan bangsa, kerentanan juga bisa menggerogoti sebagian pejabat yang terkena strawberry syndrome,” ujar Dina, Kamis (6/2/2025).
Dina mengingatkan pejabat bermental strawberry atau dalam ilmu psikologi dikenal juga dengan istilah instan gratification ini jauh lebih berbahaya. Dari beberapa literasi, ciri-ciri pejabat yang bermental strawberry dianggap rentan, rapuh, kurang tahan banting, tidak kompeten dan kurang tanggung jawab, di antaranya sulit mengontrol diri, mudah emosi dan cepat tersinggung.
Baca juga: Podcast Aksi Nyata: Generasi Strawberry Rawan Kena Mental Health, Ini Alasannya
“Selain itu, mengandalkan atasan dalam mengambil keputusan, tidak berani mengambil risiko dan mudah menyerah. Termasuk kurang fokus, kurang sabar dan sulit menghadapi tantangan besar; menuntut hak fasilitas istimewa, ingin serba instan tanpa kerja keras yang signifikan,” katanya.
Sementara kondisi lingkungan strategis telah bergeser menjadi sangat dinamis, sejak 2016 terjadi perubahan signifikan era baru dari VUCA, BANI dan RUPT menuju masa Turbulency, Uncertainty, Novelty and Ambiquity (TUNA). Hal ini berkonsekuensi serius bagi Indonesia yang memiliki kompleksitas kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia berikut dengan seluruh muatan problematikanya.
Baca juga: Survei Indikator: Pendukung Anies dan Ganjar Puas Terhadap 100 Hari Kinerja Prabowo
Lihat Juga :