Hadapi Pandemi COVID-19, Wakil Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Gotong Royong
Kamis, 03 September 2020 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Ace Hasan Syadzily berharap pemerintah bisa mendorong masyarakat agar memiliki ketahanan sosial yang kuat. “Jangan kemudian ketahanan sosial itu diganggu dengan kebijakan-kebijakan yang menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Ujung-ujungnya bisa menimbulkan social unrest dan tidak ada harmoni di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua/Pendiri NCBI (Nation and Character Building Institute) Juliaman Saragih setuju bahwa gotong royong merupakan karakter dan jati diri bangsa. Gotong royong ada di kalangan masyarakat bawah. Karena itu, nilai gotong royong itu akan sangat besar bila pemerintah membantu UMKM. Sebab, UMKM menyentuh lapisan masyarakat bawah. “Dengan demikian akan muncul roh gotong royong di masyarakat. Dan kita bisa melewati masa pandemi ini,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian dan UMKM Luhur Pradjarto menambahkan dari sebanyak 235 ribu pelaku UMKM, sebanyak 22% mengeluhkan penjualan dan permintaan menurun, 18% mengeluhnya produksinya terhambat, dan 19% mengeluh distribusi terhambat. (Baca juga: 393 Guru SD-SMP se-Surabaya Positif COVID-19)
”Pemerintah telah menggelontorkan Rp695 triliun, dan dari jumlah itu sebanyak Rp123,4 triliun untuk UMKM supaya pelaku UMKM bisa tumbuh. UMKM merupakan tulang punggung dan garda terdepan ekonomi Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua/Pendiri NCBI (Nation and Character Building Institute) Juliaman Saragih setuju bahwa gotong royong merupakan karakter dan jati diri bangsa. Gotong royong ada di kalangan masyarakat bawah. Karena itu, nilai gotong royong itu akan sangat besar bila pemerintah membantu UMKM. Sebab, UMKM menyentuh lapisan masyarakat bawah. “Dengan demikian akan muncul roh gotong royong di masyarakat. Dan kita bisa melewati masa pandemi ini,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian dan UMKM Luhur Pradjarto menambahkan dari sebanyak 235 ribu pelaku UMKM, sebanyak 22% mengeluhkan penjualan dan permintaan menurun, 18% mengeluhnya produksinya terhambat, dan 19% mengeluh distribusi terhambat. (Baca juga: 393 Guru SD-SMP se-Surabaya Positif COVID-19)
”Pemerintah telah menggelontorkan Rp695 triliun, dan dari jumlah itu sebanyak Rp123,4 triliun untuk UMKM supaya pelaku UMKM bisa tumbuh. UMKM merupakan tulang punggung dan garda terdepan ekonomi Indonesia,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :