Kisah Perwira Terbaik Kopassus Kapten RA Fadillah Gugur Ditembak Musuh di Palagan Pertempuran
Sabtu, 25 Januari 2025 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari laman resmi Puspen Kopassus, Indonesia yang kala itu baru merdeka mengalami guncangan karena aksi pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh PRRI. Pemerintah yang melihat PRRI sebagai gerakan separatism kemudian memerintahkan TNI untuk meredam kelompok bersenjata ini.
TNI kemudian menggelar operasi gabungan bernama Operasi Tegas untuk meredam kekuatan bersenjata PRRI sekaligus merebut daerah Riau Daratan. Operasi yang digelar pada 12 Maret 1958 ini dipimpin langsung oleh Letkol Inf. Kaharudin Nasution sebagai Komandan Operasi dari RPKAD.
Dua kompi RPKAD diterjunkan dalam Operasi Tegas. Kompi A dipimpin Lettu Inf. Leonardus Benny Moerdani atau LB Moerdani yang diterjunkan di Simpang Tiga untuk merebut landasan udara. Sedangkan Kompi B dipimpin Kapten Inf. RA Fadillah yang mendarat di Bengkali untuk menyisir Sungai Siak. Selanjutnya menembus hutan belantara menuju Pekanbaru.
Namun ternyata pasukan PRRI memutuskan mundur dan memusatkan pertahanan di Batang Kuantan yang berada di tepi Sungai Siak. Di sini, ribuan pasukan PRRI berada membentuk pertahanan yang sangat kuat dengan peralatan tempur yang cukup modern.
Pada 30 Maret, Kompi B RPKAD yang dipimpin Kapten RA Fadillah berangkat menuju Taluk melalui Air Molek. Lokasi berjarak sekitar 1 Km dari posisi Kompi B berada. Rencananya, pasukan berangkat pukul 19.00 WIB namun karena ada kendala teknis dari AURI, membuat pergerakan pasukan menjadi tertahan.
Pasukan kemudian bermalam di Taluk untuk tugas pendaratan di pertahanan musuh yang berkali-kali belum dapat ditembus oleh pasukan Yonif 431 Benteng Raider Kostrad. Pasukan Kopassus bersama Yonif 431 kemudian bertempur merebut Lubuk Jambi. Pasukan kemudian dibagi menjadi dua tim. Masing-masing tim dipimpin oleh Lettu Inf. R.H. Jayadiningrat dan Kapten Inf. RA Fadillah.
Pasukan yang dipimpin Lettu Inf. R.H. Jayadiningrat bertugas menekan musuh dari bagian depan dan melakukan penghadangan di jalan besar Lubuk Jambi-Kaliranju. Sedangkan, pasukan yang dipimpin Kapten RA Fadillah harus berputar melewati medan sulit dan menyeberangi Sungai Teluk Kuantan yang lebar dan dalam.
Pasukan Kapten RA Fadillah berangkat menuju Lubuk Jambi melalui Airmolek yang berjarak sekitar 40 Km dari Teluk Kuantan. Medannya yang berbukit-bukit dan rawa serta terdapat benteng-benteng sisa pertahanan Jepang membuat daerah ini menjadi tempat yang strategis untuk pertahanan PRRI. Para pemberontak memasang senapan mesin di tepi sungai berarus deras denga lebar mencapai 100 meter.
![Kisah Perwira Terbaik Kopassus Kapten RA Fadillah Gugur Ditembak Musuh di Palagan Pertempuran]()
Foto; Puspen Kopassus
TNI kemudian menggelar operasi gabungan bernama Operasi Tegas untuk meredam kekuatan bersenjata PRRI sekaligus merebut daerah Riau Daratan. Operasi yang digelar pada 12 Maret 1958 ini dipimpin langsung oleh Letkol Inf. Kaharudin Nasution sebagai Komandan Operasi dari RPKAD.
Dua kompi RPKAD diterjunkan dalam Operasi Tegas. Kompi A dipimpin Lettu Inf. Leonardus Benny Moerdani atau LB Moerdani yang diterjunkan di Simpang Tiga untuk merebut landasan udara. Sedangkan Kompi B dipimpin Kapten Inf. RA Fadillah yang mendarat di Bengkali untuk menyisir Sungai Siak. Selanjutnya menembus hutan belantara menuju Pekanbaru.
Namun ternyata pasukan PRRI memutuskan mundur dan memusatkan pertahanan di Batang Kuantan yang berada di tepi Sungai Siak. Di sini, ribuan pasukan PRRI berada membentuk pertahanan yang sangat kuat dengan peralatan tempur yang cukup modern.
Pada 30 Maret, Kompi B RPKAD yang dipimpin Kapten RA Fadillah berangkat menuju Taluk melalui Air Molek. Lokasi berjarak sekitar 1 Km dari posisi Kompi B berada. Rencananya, pasukan berangkat pukul 19.00 WIB namun karena ada kendala teknis dari AURI, membuat pergerakan pasukan menjadi tertahan.
Pasukan kemudian bermalam di Taluk untuk tugas pendaratan di pertahanan musuh yang berkali-kali belum dapat ditembus oleh pasukan Yonif 431 Benteng Raider Kostrad. Pasukan Kopassus bersama Yonif 431 kemudian bertempur merebut Lubuk Jambi. Pasukan kemudian dibagi menjadi dua tim. Masing-masing tim dipimpin oleh Lettu Inf. R.H. Jayadiningrat dan Kapten Inf. RA Fadillah.
Pasukan yang dipimpin Lettu Inf. R.H. Jayadiningrat bertugas menekan musuh dari bagian depan dan melakukan penghadangan di jalan besar Lubuk Jambi-Kaliranju. Sedangkan, pasukan yang dipimpin Kapten RA Fadillah harus berputar melewati medan sulit dan menyeberangi Sungai Teluk Kuantan yang lebar dan dalam.
Pasukan Kapten RA Fadillah berangkat menuju Lubuk Jambi melalui Airmolek yang berjarak sekitar 40 Km dari Teluk Kuantan. Medannya yang berbukit-bukit dan rawa serta terdapat benteng-benteng sisa pertahanan Jepang membuat daerah ini menjadi tempat yang strategis untuk pertahanan PRRI. Para pemberontak memasang senapan mesin di tepi sungai berarus deras denga lebar mencapai 100 meter.

Foto; Puspen Kopassus
Lihat Juga :