Kisah Perwira Terbaik Kopassus Kapten RA Fadillah Gugur Ditembak Musuh di Palagan Pertempuran

Sabtu, 25 Januari 2025 - 09:27 WIB
loading...
A A A
Tepat 1 April menjelang Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB, Kompi B bergerak ke Desa Gunung yang berjarak sekitar 17 Km dari Taluk. Namun setelah mengadakan evaluasi pergerakan pasukan dilakukan pada pukul 21.00 WIB. RPKAD bersama satu peleton Yonif 431/Benteng Raider menyeberangi Sungai Kuantan dengan menggunakan sampan.

Pasukan di bawah Komando Kapten RA Fadillah kemudian masuk ke hutan melalui Desa Cengar. Namun dalam perjalanan, pasukan Kapten RA Fadillah berpapasan dengan musuh yang bergerak mundur dengan jumlah cukup banyak dan persenjataan lengkap.

Pertempuran hebat antara Kopassus dengan PRRI tak terhindarkan. Beberapa kali terdengar tembakan dari musuh yang menggunakan LMG 30 yang saat itu tidak dimiliki Kopassus. Kegigihan dan keberanian pasukan di bawah komando Kapten RA Fadillah membuat pemberontak mundur perlahan.

Setelah dilakukan evaluasi, Kapten RA Fadillah kemudian membagi tiga tim. Di mana Tim 1 berada di kanan, Tim 2 sebelah kiri dan Tim 3 cadangan. Sementara Kapten RA Fadillah mengambil posisi di tengah antara Tim 1 dan 2. Pertempuran sengit kembali terjadi, pasukan tidak dapat bergerak maju lantaran tembakan gencar dari musuh yang berad di ketinggian.

Situasi yang tidak menguntungkan tersebut tidak membuat nyali pasukan Kapten RA Fadillah ciut. Di bawah hujan tembakan senapan otomatis, Kapten RA Fadillah bergerak maju dengan posisi jongkok dan sesekali berdiri. Hal itu dilakukan karena posisi musuh tidak terlihat dan jarak pandang hanya 10 meter.

Kapten RA Fadillah terus berupaya bergerak maju, namun sayangnya senjata bren yang dipegang pasukannya untuk melindungi seringkali macet. Nahas, Pratu Bugis yang memegang senjata tersebut gugur tertembak. Kapten RA Fadillah kemudian mengambil senjata bren dari anggotanya dan menghamburkan tembakan ke arah musuh dalam posisi berdiri.

Saat itu, tanpa disadari peluru musuh yang hanya berjarak 6 meter menembus tubuhnya. Melihat pimpinannya ambruk, pasukannya kemudian membalasnya. Setelah pertempuran sedikit mereda, Kapten RA Fadillah kemudian dievakuasi ke Desa Cengah.

Tepat pada 2 April nyawa Kapten RA Fadillah tidak dapat diselamatkan akibat luka tembak yang terlampau parah di bagian perut. Jenazah Kapten RA Fadillah kemudian dipulangkan ke Batujajar, Cimahi, Bandung. Gugurnya Kapten RA Fadillah memicu prajurit Kopassus menggempur pasukan PRRI dan memadamkan pemberontakan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan 3 Anggota Kopassus Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
3 Anggota Kopassus Dituntut...
3 Anggota Kopassus Dituntut 4 hingga 12 Tahun Penjara di Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Tangis Istri Kacab Bank...
Tangis Istri Kacab Bank Pecah di Ruang Sidang Ungkap Doa Anak Minta Ayahnya Pulang Sebentar
Profil Letjen TNI Agus...
Profil Letjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Kini Jabat Wakil Kepala BIN
Pertemuan Mengharukan...
Pertemuan Mengharukan Xanana Gusmao dengan Jenderal Kopassus yang Pernah Menangkapnya
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved