alexametrics

Prabowo Pastikan Kesiapan Pangkalan Militer untuk WNI dari Wuhan

loading...
Prabowo Pastikan Kesiapan Pangkalan Militer untuk WNI dari Wuhan
Menhan Prabowo Subianto memastikan kesiapan pangkalan militer di Natuna untuk observasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China. Foto/Dok. Biro Humas Setjen Kemhan
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memastikan kesiapan pangkalan militer di Natuna untuk observasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China. Seperti diketahui, saat ini Pangkalan Militer di Pulau Natuna menjadi tempat observasi bagi 238 WNI beserta tim aju dan kru pesawat penjemput dari Wuhan, China.

Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto menjelaskan, Prabowo bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengunjungi Pulau Natuna pada Rabu, 5 Februari 2020. Rombongan berangkat pukul 09.00 WIB dengan menggunakan pesawat Boeing TNI-AU.

”Bapak Prabowo melakukan kunjungan ke Natuna untuk memastikan bahwa Pangkalan Militer yang digunakan untuk tempat observasi dan pasukan TNI yang bertugas melayani dalam keadaan baik dan bekerja dengan penuh dedikasi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Kamis (6/2/2020).



Selain memastikan kesiapan pangkalan militer, kata dia, kunjungan Prabowo juga untuk memastikan prajurit TNI yang bertugas dalam kondisi baik dan bekerja dengan setulus hati demi keselamatan warga negara Indonesia. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga ingin memastikan bahwa dinamika masyarakat Natuna yang menyampaikan aspirasi agar Natuna tidak menjadi tempat observasi dapat ditangani dengan baik dan komprehensif. ”Masyrakat harus yakin bahwa pemerintah selalu mengutamakan keselamatan masyarakat tanpa terkecuali, untuk itu standar yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani permasalahan virus corona ini cukup ketat dan disiplin,” katanya.

Mantan Danjen Kopassus ini juga mengimbau kepada masyarakat di sekitar Pulau Natuna agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kegiatan observasi WNI dari Wuhan ini kepada pemerintah. Sebab, pangkalan Militer di Pulau Natuna adalah tempat yang strategis dan dinilai paling layak untuk menjadi tempat observasi saat ini. Pertimbangannya adalah tempat tersebut jauh dari permukiman masyarakat sekitar 5 km, dan didukung dengan infrastruktur dan personel yang disiplin dan sangat siap untuk tugas-tugas kegawatdaruratan. ”Semua yang diobservasi telah dipastikan dalam keadaan sehat dan menjalani prosedur sesuai dengan protokol kesehatan standard WHO,” katanya.

Selain itu di sela-sela kunjungan, Prabowo juga memberikan bantuan obat-obatan bagi WNI dari Wuhan yang sedang menjalani observasi. ”Dengan bantuan dari masyarakat Natuna dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia maka proses observasi yang harus dijalani selama 14 hari ini akan berjalan dengan baik, dengan segala risiko yang sudah diperhitungkan termasuk mempertimbangkan keselamatan masyarakat Pulau Natuna tetap terjaga,” katanya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak