Akselerasi dan Pendampingan Dinilai Penting bagi Petani Milenial

Selasa, 14 Januari 2025 - 09:33 WIB
loading...
Akselerasi dan Pendampingan...
BPPSDMP Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi membahas mengenai pentingnya pendampingan bagi petani Milenial. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong petani muda agar bisa menembus pasar ekspor global. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional, memperluas pangsa pasar produk lokal ke berbagai negara, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Petani muda sudah berorientasi ekspor dan penting untuk membuka pasar internasional bagi produk unggulan Indonesia. Kita memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Selasa (14/1/2025).

Untuk itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait.

Baca juga: Panen Perdana di Cepu, Pemkab Blora dan WPI Kerja Sama Dukung Ketahanan Pangan

Pertemuan yang digelar pada Jumat, 10 Januari 2025, itu bertujuan untuk membahas kesiapan ekspor produk pertanian oleh petani Milenial, serta membangun jaringan akselerasi ekspor komoditas pertanian ke negara-negara tujuan ekspor.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya akselerasi dan pendampingan bagi petani Milenial agar bisa menembus pasar ekspor. “Kita harus mendorong petani Milenial untuk bisa mengekspor produk apa saja dan ke mana saja. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap ekspor bisa meningkat, bahkan mencapai tiga hingga empat kali dalam sebulan,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Hapus Utang Macet UMKM hingga Nelayan, MPR: Terobosan yang Luar Biasa

Menurutnya, perlu ada kluster produk yang sama di kalangan petani Milenial untuk dapat mencapai target ekspor yang optimal. Kluster ini akan saling bersinergi, berbagi pengetahuan, dan menciptakan peluang baru bagi petani.

Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD), tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian melalui kapasitas produksi yang terus berkembang. Sektor pertanian menjadi komoditas yang terbukti tahan terhadap krisis seperti pandemi Covid-19, dan diharapkan dapat menjadi sektor andalan perekonomian Indonesia. Namun, perlu adanya pendampingan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan, serta pemenuhan standar legalitas.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementan, Muhammad Amin mengatakan, perlu memperhatikan proses pembenahan legalitas dan pencarian pasar agar produk petani Milenial bisa memenuhi persyaratan ekspor internasional.

Sekretaris Badan (Sesba) BPPSDMP Siti Munifah menyebut penting bagi petani Milenial untuk mengetahui informasi terkait produk-produk potensial yang bisa diekspor dan prosedur ekspor yang cepat dan efisien.

“Kami akan mengundang Eksport Center Surabaya untuk memberikan pelatihan tentang ekspor kepada petani Milenial agar mereka siap menghadapi pasar internasional,” tuturnya.

Sementara itu, dalam hal karantina dan sertifikasi produk, perwakilan dari Barantin (Badan Karantina Indonesia) mengingatkan seluruh produk pertanian yang akan diekspor harus memenuhi standar ketat negara tujuan.

Produk tumbuhan wajib melampirkan sertifikat karantina pertanian dan memenuhi syarat karantina sesuai dengan ketentuan negara tujuan.

Di sisi lain, perwakilan dari Atase Pertanian Jepang, Roma, dan Amerika juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh produk pertanian Indonesia dalam memenuhi standar kualitas internasional.

Atase Pertanian Jepang, misalnya, mengungkapkan meskipun produk Indonesia memiliki potensi besar, sering kali kualitas produk menurun setelah pengiriman, yang menyebabkan ketidakpastian di kalangan pembeli.

Dalam pertemuan tersebut, potensi pasar ekspor di berbagai negara juga dibahas. Di Jepang, misalnya, produk edamame memiliki permintaan yang cukup tinggi, sementara di Amerika Serikat, produk seperti bubuk kencur, kopi, dan mangga Indonesia juga sangat diminati.

Atase Pertanian Amerika menyebutkan kopi Indonesia sangat populer di pasar Amerika, dan tantangannya terletak pada legalitas dan persyaratan ekspor yang harus dipenuhi.

Di Eropa, khususnya di Belgia dan Italia, produk seperti gula aren, moringa, dan rempah-rempah Indonesia memiliki potensi besar. Namun, produk-produk tersebut harus memenuhi standar pengemasan yang ketat serta persyaratan residu yang diharapkan oleh konsumen Eropa.

Eksport Center Surabaya, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan pentingnya standarisasi produk, legalitas dokumen, serta pelatihan eksportir.

“Kami akan melaksanakan bisnis matching sebanyak 5.000 kali pada 2025 untuk menciptakan peluang ekspor baru bagi petani Milenial,” kata perwakilan Eksport Center Surabaya.

Kerja sama lintas sektoral antara Kementerian Pertanian, bea cukai, dan pihak swasta diharapkan akan mempercepat proses administrasi ekspor, serta memastikan kelancaran distribusi produk pertanian Indonesia ke pasar internasional.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Raih Penghargaan, Pusat...
Raih Penghargaan, Pusat PVTPP Kementan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Wamentan Sudaryono Anak...
Wamentan Sudaryono Anak Petani Desa Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo
Peredaran Beras Oplosan...
Peredaran Beras Oplosan Marak, Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Segera Tindak Tegas
Petani Milenial
Petani Milenial
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Program Upland Jadi...
Program Upland Jadi Penggerak Pertanian di Dataran Tinggi
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved