alexametrics

Bicara Soal Natuna, Menhan Malaysia Sebut Nama Prabowo

loading...
Bicara Soal Natuna, Menhan Malaysia Sebut Nama Prabowo
Diskusi 'Harapan Baru Umat Islam: Meneguhkan hubungan Indonesia-Malaysia' di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020). (Foto/Rakhmatulloh/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia, Mohamad Sabu menganggap orang Indonesia rajin dan kuat bekerja. Sehingga, semangat bekerja itu akan membangunkan jutaan rakyat Indonesia untuk bersaing di kawasan Asia.

"Kita lihat Indonesia yang paling hebat dalam masa yang akan datang," kata Sabu dalam diskusi 'Harapan Baru Umat Islam: Meneguhkan hubungan Indonesia-Malaysia' di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

(Baca juga: Kepada China dan AS, RI Tegaskan Tak Ingin Berunding Soal Natuna)



Sabu mengaku datang ke Indonesia menggunakan pesawat CN buatan Indonesia. Meski dia biasa ke Indonesia ditempuh dengan waktu 2 jam, kali ini sampai 3 jam. Namun ia menganggap tak ada soal, karena menggunakan pesawat buatan asli Indonesia.

(Baca juga: Fatwa Haram Vape oleh Muhammadiyah, NU Tunggu Musyawarah Ulama)

"Siapa tahu akan diperbaiki dan diperhebatkan lagi, tambah pula sekarang (Yenny Wahid) jadi orang Garuda," ujar Sabu merujuk ke Yenny yang tampil sebagai moderator dalam diskusi tersebut.

"Kita selama berbincang dengan Bapak Prabowo (Menhan Indonesia) bagaimana kita meningkatkan industri pertahanan antara dua negara ini. Kita punya pesawat terbang bagus, kami ada boeing, kapal terbang sukhoi dan sebagainya," imbuh dia.

Sabu pun menyatakan, kerja sama pertahanan Malaysia dan Indonesia akan ditingkatkan lagi. Terlebih, dengan munculnya masalah Indonesia dengan China di perairan Natuna.

"Secara different diplomasi saya juga bercakap dengan menteri pertahanan china kamu jadi the new world power jangan ikut perangnya USA, sebab dia maju di atas orang, negeri kelilingnya (sekutu)," pungkas dia.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak