Peran Tokoh Agama, Masyarakat, dan Pemuda Penting Ciptakan Keteduhan usai Pilkada 2024

Jum'at, 20 Desember 2024 - 11:09 WIB
loading...
Peran Tokoh Agama, Masyarakat,...
Tokoh Agama Ustaz Softan Tsauri menyebut peran tokoh agama, masyarakat, dan pemuda penting ciptakan keteduhan usai Pilkada 2024. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Peran tokoh agama, masyarakat, dan pemuda sangat signifikan dalam meredakan ketegangan sosial maupun polarisasi akibat perbedaan politik. Terlebih, saat ini gugatan sengketa Pilkada Serentak 2024 bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Peran agama sangat penting, seperti tokoh pemuda (toda), tokoh masyarakat adat (todat), tokoh agama (toga) itu merupakan simpul masyarakat. Mereka juga berperan, berkontribusi untuk menjaga keteduhan, menjaga rasa nyaman dan keamanan bagi kita semua," tegas Tokoh Agama Ustaz Softan Tsauri, Jumat (20/12/2024).

Selain itu, Koordinator Lapangan Persatuan Alumni Napiter NKRI Seluruh Indonesia (PANNSI) ini, para toda, todat, toga itu juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersikap toleran, bersikap tenggang rasa, bersikap demokratis, lapang dada dalam setiap menerima perbedaan-perbedaan yang ada.

Baca juga: Reduksi Konflik usai Pilkada 2024, Dialog Konstruktif Perlu Dikedepankan

"Jangan sampai kemudian, simpul-simpul masyarakat-masyarakat ini, apakah itu tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan sebagainya, justru memperkeruh keadaan," ucapnya.

Misalnya, lanjut dia, menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara destruktif, menempuh dengan cara-cara yang kemudian mengganggu di stabilitas keamanan, yang justru kemudian ini sangat mudah dimanfaatkan bagi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah barah bangsa ini.

Baca juga: 14 Perwira TNI Duduki Jabatan Baru di BIN usai Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto

Yakni untuk mengambil ikan di air keruh, mengambil keuntungan-keuntungan, memanfaatkan kikisruhan politik dan sebagainya, justru membuat distabilitas di masyarakat ini semakin tajam.

"Maka peran mereka sangat berarti sekali. Himbauan-himbauan, kemudian dengan edukasi kepada masyarakat, itu harus terus di masif di tengah masyarakat kita," tambahnya.

Ustaz Sofyan Tsauri menyebut penghitungan resmi sudah selesai dan giliran sengketa pilkada bergulir di MK. Dia menghimbau agar semua pihak menjaga kondusivitas. Bagi pihak yang belum beruntung tetap bersabar dan berlapang dada untuk ikuti aturan main tidak menggunakan cara-cara yang inkonstitusional, yang melanggar perbuatan-perbuatan hukum dan bisa memperkeruh keadaan.

"Masyarakat juga harus disadarkan bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang kita semua bersaudara. Tidak menjadikan perbedaan-perbedaan itu untuk kemudian menjadikan kita terpecah belah sesama anak bangsa. Karena kalau terjadi apa-apa yang rugi juga keluarga kita, yang rugi juga diri kita sendiri dan juga masyarakat kita secara umum. Penting yang namanya kesabaran bagaimana bahwa Indonesia ini Bhineka tunggal ika berbeda-beda tetapi kita tetap harus satu juga," papar dia.

Dikatakannya bahwa perbedaan-perbedaan itu merupakan keniscayaan dan perbedaan-perbedaan itu juga merupakan sunatullah.

"Sudah merupakan takdirnya Allah SWT. Makanya untuk itulah kita bisa saling mengenal, kita bisa saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Dan sampai hari ini kita juga terus mengadakan edukasi-edukasi kepada masyarakat untuk tetap membuat rasa tenang dan nyaman. Karena memang hampir semua di ajaran agama mengajarkan seperti itu," jelasnya.

Ustaz Sofyan Tsauri menambahkan secara umum, perjalanan Pilkada 2024 berjalan baik, aman, dan lancar. Walaupun ada di beberapa daerah menjadi sebuah catatan, tapi itu tidak masalah, tidak mengurangi daripada isensi hidup dalam berdemokrasi.

"Menurut saya ini jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kita mengucapkan selamat atas berjalannya pilkada yang aman, tertib, damai, dan ini merupakan kemenangan bangsa Indonesia. Sejatinya ini adalah kemenangan rakyat Indonesia," pungkasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Anggota DPR Cindy Monica:...
Anggota DPR Cindy Monica: Putusan MK Perkuat Hak Politik Perempuan
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
MK Gelar Wisuda Purnabakti...
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Pengalaman Panjang Arsul...
Pengalaman Panjang Arsul Sani, Dari Aktivis hingga Hakim MK
Buntut Polemik Ijazah...
Buntut Polemik Ijazah Jokowi, UU Pemilu Resmi Digugat ke MK
Rekomendasi
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Berita Terkini
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Infografis
Anies dan Gatot Tokoh...
Anies dan Gatot Tokoh Nonparpol yang Masuk Bursa Capres 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved