alexametrics

MPR Sebut Perlu Langkah Awal Antisipasi Konflik Timteng

loading...
MPR Sebut Perlu Langkah Awal Antisipasi Konflik Timteng
Wakil Ketua MPR Syarif Hasan mendukung rencana Kemlu tersebut. Karena, perlindungan terhadap WNI itu hal utama yang perlu dilakukan. (Foto/Rico Afrido Simanjuntak/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Merespons situasi di kawasan Timur Tengah (Timteng) yang memanas akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan contingency plan untuk mengevakuasi WNI yang ada di Iran dan juga Irak jika sewaktu-waktu terjadi eskalasi ketegangan di sana.

(Baca juga: Ketegangan Timur Tengah Memanas, Pemerintah RI Perlu Bersiap)

Atas rencana tersebut, Wakil Ketua MPR Syarif Hasan mendukung rencana Kemlu tersebut. Karena, perlindungan terhadap WNI itu hal utama yang perlu dilakukan.

"Tentu ada preventif yang dilakukan ya kan, tentu ada langkah awal yang dilakukan. (contigency plan penyelamatan WNI) Perlu, saya pikir perlu," kata Syarif di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).



Terkait dampak dari ketegangan di Timteng tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat ini melihat bahwa apapun yang menyebabkan ketegangan terjadi antara AS dan Iran memiliki dampak ekonomi terhadap Indonesia dan juga negara-negara lainnya.

"Saya pikir bukan karena agama, apapun yang terjadi kepentingan perang antara Iran dan Amerika ini pasti dampak ekonominya akan ke semua negara, bukan Indonesia saja tapi semua negara akan ada dampaknya," tuturnya.

Sebelumnya, Kemlu RI menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan contigency plan untuk mengevakuasi WNI dan diaspora di Iran dan Irak jika situasi terus memanas.

Bahkan, perwakilan RI di Iran dan Irak telah melakukan persiapan teknis berbagai skenario tersebut. Dan berdasarkan data Kemlu RI, sebanyak 474 WNI termasuk 20 di antaranya diaspora RI tinggal di Iran dan sekitar 850 WNI tinggal di Irak.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak