Kampanye di Kabupaten Poso, Cawagub Abdul Karim Aljufri Bicara 3 Masalah Petani
Minggu, 03 November 2024 - 19:24 WIB
loading...
Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Abdul Karim Aljufri, mendapatkan sambutan hangat saat kampanye di Desa Watutawu, Kecamatan Lore Piore, Kabupaten Poso, Jumat (1/11/2024) malam.
A
A
A
KOTA PALU - Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Abdul Karim Aljufri, mendapatkan sambutan hangat saat kampanye di Desa Watutawu, Kecamatan Lore Piore, Kabupaten Poso, Jumat (1/11/2024) malam.
Dalam prosesi penyambutan adat Topekurehua, masyarakat menghormati Abdul Karim Aljufri dengan memasangkan kalung dan mahkota, serta memberinya bakul berisi beras, telur, dan seekor ayam jantan beserta tempat minumnya (dapo). Penyambutan ini menghormati setiap orang yang datang sebagai bagian dari Topekurehua.
Dalam orasi politiknya, Abdul Karim Aljufri mengatakan ada tiga masalah petani. Yang pertama masalah pupuk, Ia menjelaskan meskipun kuota pupuk subsidi cukup, banyak petani yang kesulitan membeli pupuk karena keterbatasan dana. Sehingga hal itu memicu utang kepada pihak lain yang membeli pupuk dalam jumlah yang besar.
''Sebenarnya kuota pupuk subsidi kita itu cukup, sayangnya banyak petani kita butuh pupuk tidak punya uang tapi ada orang yang punya uang beli pupuk banyak-banyak akhirnya petani kita berhutang dengan mereka,’’ ujarnya.
Sebagai solusi, pupuk akan dibeli oleh BumDes dengan ini masyarakat dapat membeli pupuk dengan harga yang sesuai dan bisa berhutang yang kemudian akan dibayar setelah panen.
Dalam prosesi penyambutan adat Topekurehua, masyarakat menghormati Abdul Karim Aljufri dengan memasangkan kalung dan mahkota, serta memberinya bakul berisi beras, telur, dan seekor ayam jantan beserta tempat minumnya (dapo). Penyambutan ini menghormati setiap orang yang datang sebagai bagian dari Topekurehua.
Dalam orasi politiknya, Abdul Karim Aljufri mengatakan ada tiga masalah petani. Yang pertama masalah pupuk, Ia menjelaskan meskipun kuota pupuk subsidi cukup, banyak petani yang kesulitan membeli pupuk karena keterbatasan dana. Sehingga hal itu memicu utang kepada pihak lain yang membeli pupuk dalam jumlah yang besar.
''Sebenarnya kuota pupuk subsidi kita itu cukup, sayangnya banyak petani kita butuh pupuk tidak punya uang tapi ada orang yang punya uang beli pupuk banyak-banyak akhirnya petani kita berhutang dengan mereka,’’ ujarnya.
Sebagai solusi, pupuk akan dibeli oleh BumDes dengan ini masyarakat dapat membeli pupuk dengan harga yang sesuai dan bisa berhutang yang kemudian akan dibayar setelah panen.
Lihat Juga :