Memahami Kepemimpinan Presiden Prabowo

Jum'at, 25 Oktober 2024 - 21:24 WIB
loading...
Memahami Kepemimpinan...
Irman Gusman, Ketua DPD RI 2009-2016. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
Irman Gusman
Ketua DPD RI 2009-2016
Senator RI Sumatera Barat 2024 – 2029

SEJAK dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto semakin dikenal masyarakat sebagai seorang patriot sejati. Di hadapan 19 kepala negara dan atau kepala pemerintahan serta 15 utusan khusus dari negara-negara sahabat, Prabowo secara tepat memotret kondisi real bangsa Indonesia, yang tak harus sama dengan angka-angka statistik yang biasanya menghibur.

Presiden RI secara terus terang mengungkapkan kepada komunitas internasional bahwa masih banyak warga masyarakat kita yang kelaparan dan butuh makanan bergizi. Masih ada warga masyarakat yang menarik becak di usia 70 tahun, masih banyak bangunan sekolah yang rusak; dan bahwa bangsa ini harus bebas dari kemiskinan dan penderitaan, rakyat harus bisa hidup tanpa rasa takut menghadapi masa depannya.

Hanya seorang pemimpin pemberani yang bisa secara terus terang berbicara seperti itu. Sebab ia tak ingin kemajuan bangsa ini diukur dari lapisan teratas piramida sosial, melainkan harus dilihat dari lapisan bawah dimana terdapat mayoritas penduduk negeri ini.

Sikap demikian itu mengharuskan semua pembantunya untuk berani menghadapi tantangan, berani menghadapi realitas sosial saat ini, dan mencarikan solusi untuk mengatasi semua beban dan disparitas ekonomi saat ini. Prabowo bahkan mengajak semua pemimpin untuk tidak bersikap seperti burung unta yang menyembunyikan kepala ketika melihat masalah.

Prabowo juga menanamkan nilai kejujuran dan sportivitas tingkat tinggi ke dalam diri bangsa ini ketika ia secara terus terang mangakui kelebihan dan prestasi presiden-presiden sebelumnya. Prabowo mengenang Presiden Soekarno sebagai peletak dasar negara, Pancasila.

Ia mengakui kelebihan Presiden Soeharto karena berhasil membangun negeri ini. Prabowo mengakui Presiden BJ Habibie yang membuka kran demokrasi, dan karena kegigihannya dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Presiden Gus Dur diakuinya sebagai pelopor toleransi dan hak-hak asasi manusia. Dan ia mengakui Presiden Megawati yang mengatasi krisis ekonomi pada masanya, dan atas kegigihannya dalam membela wong cilik.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—the thinking general yang demokratis—diakuinya sebagai pemimpin yang berhasil mengantarkan bangsa ini keluar dari krisis sejak musibah tsunami dan menyelesaikan konflik di Aceh, meningkatkan tingkat kesejahteraan, serta manaikkan pamor Indonesia di mata dunia.

Prabowo pun mengakui kepemimpinan Presiden Jokowi yang berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis Covid-19. Di era Jokowi pembangunan infrastruktur semakin diperluas dan ibu kota negara mulai dipindahkan ke Kalimantan.

Bahkan semua tokoh yang dulu kurang bersahabat dengan dirinya pun dirangkulnya ke dalam jajaran pemerintahannya. Hanya seorang patriot sejati yang berwawasan luas dan berhati tulus, yang bisa bersikap demikian. Sebab jarang ada pemimpin di negeri ini yang mengakui prestasi pendahulunya, atau kelebihan penggantinya.

Sang patriot sejati itu menempatkan dirinya sebagai pemimpin acuan untuk seluruh bangsa ini—bukan hanya untuk partainya sendiri. Sama seperti Manuel Quezon yang pernah berkata: The loyalty to my party ends where the loyalty to my country begins.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Prabowo Minta Pembenahan...
Prabowo Minta Pembenahan Program MBG Dilakukan Cermat, Termasuk Anggaran per Porsi
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Rekomendasi
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved