Kemenag Andalkan Dua Program Ini untuk Tekan Perceraian
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
Upaya lain dilakukan dengan menugaskan KUA untuk melakukan Bimwin secara terbatas, sebelum menikahkan calon pengantin. Materinya sama dengan materi Bimwin yang diperingkas menjadi sekitar 30 menit.
Menag menambahkan, Program Bimwin diapresiasi oleh Kemenko PMK. Apresiasi itu terlihat dari adanya inisiasi melakukan sinergi program bimwin dengan program ekonomi keluarga calon pengantin. Program pembinaan ekonomi calon pengantin ini akan dilaksanakan Kementerian Koperasi, Kemenaker, atau Kemensos.
"Kegiatan bimwin dan pembinaan ekonomi dilakukan terpisah, tapi merupakan satu kesatuan program sinergis bimbingan bagi calon pengantin," kata Menag. (Baca juga: Tips Perkuat Pernikahan dan Menghindari Perceraian Menurut Ahli )
Lebih rinci, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan program Pusaka Sakinah menyasar remaja, pemuda, catin, pasutri muda, pasutri remaja. Untuk remaja, penguatan akan dititikberatkan pada pencegahan perkawinan anak, pendidikan kehidupan berkeluarga, dan moderasi beragama.
Untuk pemuda atau pemudi, lanjut Kamaruddin, materi program ini terkait kesiapan perkawinan, pespektif gender, kesehatan reproduksi, moderasi beragama. Program-program ini dipublikasikan secara luas hingga di tiap kantor KUA sehingga dapat diikuti oleh siapa pun yang berminat dengan gratis.
Menag menambahkan, Program Bimwin diapresiasi oleh Kemenko PMK. Apresiasi itu terlihat dari adanya inisiasi melakukan sinergi program bimwin dengan program ekonomi keluarga calon pengantin. Program pembinaan ekonomi calon pengantin ini akan dilaksanakan Kementerian Koperasi, Kemenaker, atau Kemensos.
"Kegiatan bimwin dan pembinaan ekonomi dilakukan terpisah, tapi merupakan satu kesatuan program sinergis bimbingan bagi calon pengantin," kata Menag. (Baca juga: Tips Perkuat Pernikahan dan Menghindari Perceraian Menurut Ahli )
Lebih rinci, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan program Pusaka Sakinah menyasar remaja, pemuda, catin, pasutri muda, pasutri remaja. Untuk remaja, penguatan akan dititikberatkan pada pencegahan perkawinan anak, pendidikan kehidupan berkeluarga, dan moderasi beragama.
Untuk pemuda atau pemudi, lanjut Kamaruddin, materi program ini terkait kesiapan perkawinan, pespektif gender, kesehatan reproduksi, moderasi beragama. Program-program ini dipublikasikan secara luas hingga di tiap kantor KUA sehingga dapat diikuti oleh siapa pun yang berminat dengan gratis.
Lihat Juga :