Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Minggu, 20 Oktober 2024 - 11:17 WIB
loading...
A A A
Jokowi memahami dinamika ini dengan sangat baik. Alih-alih berpegang teguh pada ideologi atau retorika moral yang kaku, ia menjalankan kebijakan luar negeri Indonesia dengan menitikberatkan pada transaksi praktis dan kepentingan ekonomi nasional. Ketika para pemimpin lain mungkin tergoda untuk berpihak dalam persaingan global antara Amerika Serikat dan China, Jokowi dengan jelas menunjukkan penolakan untuk memilih salah satu. Ia menolak logika zero-sum dalam kebijakan luar negeri, yang menurut realisme tradisional sering kali dipandang sebagai kebutuhan dalam konteks persaingan kekuasaan.

Salah satu contoh paling jelas dari pendekatan realis Jokowi adalah bagaimana ia berhasil menjaga keseimbangan antara membangun kemitraan ekonomi besar dengan China dan tetap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Barat lainnya. Jokowi memahami bahwa ketergantungan ekonomi dapat menciptakan pengaruh besar dalam diplomasi, tetapi ia juga sangat berhati-hati dalam menjaga kebebasan tindakan Indonesia di arena internasional. Ini mencerminkan prinsip realisme di mana negara harus selalu menjaga otonomi dan kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi tekanan dari kekuatan global.

Baca Juga: DPR Ungkap Dampak Positif Kunjungan Kerja Jokowi ke Amerika Serikat

Di bawah teori realisme, keputusan-keputusan kebijakan luar negeri Jokowi dapat dilihat sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Tenggara. Dengan bekerja sama dengan China dalam proyek infrastruktur, seperti kereta cepat, Jokowi tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia tetapi juga memperkuat posisinya dalam negosiasi dengan kekuatan global lainnya. Pada saat yang sama, dengan menjaga hubungan baik dengan Barat dan negara-negara lain, Indonesia menghindari isolasi dan tetap relevan dalam diplomasi multilateral.

Jokowi tidak hanya menggunakan diplomasi sebagai instrumen untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia, tetapi juga sebagai alat untuk mencapai tujuan domestik. Dalam konteks realistis, kebijakan luar negeri bukanlah tentang menyebarkan ideologi atau memperjuangkan nilai-nilai universal, tetapi lebih tentang memaksimalkan kepentingan nasional. Di sini, Jokowi menolak pandangan tradisional Indonesia tentang "bebas dan aktif" yang lebih filosofis, dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih transaksional: berteman dengan negara-negara yang menawarkan manfaat ekonomi nyata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Rekomendasi
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved