Pencapaian dan Tantangan Kebijakan Pembangunan Pendidikan

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 14:23 WIB
loading...
A A A
Tantangan
Walaupun terdapat indikasi keberhasilan terkait dengan Kampus Merdeka Vokasi atau Merdeka Belajar episode Kesebelas, masih terdapat sejumlah tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah di masa mendatang. Tantangan yang dihadapi adalah pengangguran lulusan pendidikan tinggi, kenaikan kebutuhan tenaga kerja terampil sebanyak 60 juta orang pada 2030, dann penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 70,72% (BPS 2020).

Tantangan lain yaitu tingkat pengangguran terbuka di Indonesia tertinggi kedua di ASEAN dengan skor 5.45% (Trading Economy, Februari 2023), sebanyak 9,9 juta anak muda usia 15-24 tahun yang berada di luar sistem pendidikan, tidak sedang bekerja, dan tidak menjalani pelatihan (NEET). (BPS, Agustus 2023), dan sebanyak satu dari lima anak muda di Indonesia menganggur (Sakernas Agustus 2020)

Tantangan lain terkait dengan ketenagakerjaan karena adanya perubahan lanskap pekerjaan masa depan. Tantangan ini yaitu sekitar 1-2 orang pekerja yang bertahan akan membutuhkan reskilling (WEF 2020), sekitar 23 juta pekerjaan di Indonesia akan diambil alih oleh robot (otomatisasi) pada 2030 (Survei McKinsey & Company 2019), dan sekitar 10 juta pekerjaan baru membutuhkan keahlian yang berbeda (McKinsey 2019).

Meskipun terjadi peningkatan jumlah bahasa yang direvitalisasi dari tahun ke tahun maka terdapat sejumlah tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah di masa mendatang. Pertama, kenyataan bahwa data penutur bahasa yang terbaru belum bisa dipublikasikan secara langsung melalui aplikasi Regbastra (Registrasi Kebahasaan dan Kesastraan). Kedua, perolehan data mengenai guru bahasa daerah, publikasi, dan media elektronik baru pada trimester keempat. Ketiga, koordinasi dengan pemerintah daerah setempat belum optimal sehingga dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan revitalisasi bahasa di wilayah tertentu belum mendapatkan dukungan secara materiil maupun non materiil.

Keberlanjutan
Keberlanjutan kedua episode Merdeka Belajar sebagaimana diuraikan diatas akan menjadi kewenangan dan keputusan kepemimpinan kementerian yang baru nanti. Sejumlah evaluasi dan pencermatan tentunya harus dilakukan agar kebijakan yang sudah ada tidak serta merta dibatalkan atau tidak ditindaklanjuti.
Yang akan memudahkan bagi penerus kebijakan adalah apabila tersedia data dan informasi yang menunjukkan sisi positif dan sisi negatif dari apa yang sudah diimplementasikan selama ini. Apabila yang ditonjolkan ada sisi positif saja, ditengarai akan terjadi kendala baru apabila pada faktanya justru lebih banyak permasalahan yang muncul di lapangan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Rekomendasi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Berita Terkini
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
JPU Sebut Perbuatan...
JPU Sebut Perbuatan Dokter Tifa Membuat Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Kejagung Ajukan Banding...
Kejagung Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Peradi Profesional Sebut...
Peradi Profesional Sebut Peran Penting Advokat Menjaga Kualitas Sistem Peradilan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved