Signifikansi Peran PKB sebagai Representasi Politik Hijau dalam Pemerintahan Prabowo
Minggu, 13 Oktober 2024 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Namun, tidak bisa dipungkiri, sejak kelahirannya sampai sekarang, PKB menjadi respesentasi politik kaum nahdliyin yang terbuka. Karena itulah, peran PKB menjadi sangat penting dalam pemerintahan Prabowo ke depan, baik di eksekutif maupun di legislatif. Di sisi lain, dalam sejarahnya sejak era Reformasi, PKB dikenal sebagai parpol yang selalu loyal dan berkomitmen penuh dalam mendukung suksesnya koalisi pemerintahan.
Dengan kekuatan dan signifikansi peran PKB, sudah selayaknya partai politik yang didirikan oleh para ulama NU untuk kepentingan bangsa itu mendapatkan porsi yang signifikan pula dalam susunan kabinet Prabowo mendatang. Prabowo tentu sudah menyadari hal itu. Apalagi, dirinya juga memiliki pengalaman langsung dimana pada Pemilu 2019 lalu, dirinya yang berada dalam kubu berlawanan dengan Joko Widodo (Jokowi), namun justru mendapatkan porsi kursi yang sangat signifikan, yakni Menteri Pertahanan dan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Tidak hanya itu, Sandiaga Uno, cawapres Prabowo saat itu yang juga politikus Partai Gerindra, sebelum akhirnya berubah haluan ke PPP, juga ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sejauh ini, belum jelas komposisi kabinet Prabowo mendatang. Dari kabar yang berhembus di media dan desas-desus politik di warung-warung kopi, ada yang menyebut PKB akan mendapatkan jatah 2-3 menteri. Namun, kabar tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.
Muhaimin Iskandar sendiri menyatakan belum pernah dipanggil atau diajak bicara langsung oleh Prabowo soal penyusunan kabinet. Hal ini tentu bisa dipahami, mengingat waktu pelantikan presiden dan wakil presiden juga masih beberapa hari lagi. Biasanya, kepastian susunan kabinet baru bisa dipastikan kebenarannya di masa-masa injury time, meskipun saat ini sudah berseliweran di media, daftar susunan kabinet Prabowo.
Bahkan, pengalaman sebelumnya, ada nama-nama yang sudah santer disebut bakal ditunjuk sebagai menteri, ternyata tergeser di masa injury time. Apalagi, hingga saat ini, partai pemenang pemilu, yakni PDIP juga belum menyatakan kepastiannya bakal bergabung di pemerintahan Prabowo, meskipun sinyal-sinyal PDIP bakal bergabung belakangan semakin kuat. Bergabungnyua PDIP tentu juga akan berpengaruh pada komposisi kabinet Prabowo.
Dalam beberapa hari ke depan, percakapan politik paling ramai tentu ada pada penyusunan kabinet dan berapa jatah menteri di masing-masing parpol. Yang jelas, kemungkinan besar semua parpol di parlemen kali ini akan berposisi sebagai pendukung pemerintahan Prabowo sehingga masing-masing parpol kemungkinan besar akan mendapatkan jatah kursi menteri. Menarik untuk ditunggu.
Dengan kekuatan dan signifikansi peran PKB, sudah selayaknya partai politik yang didirikan oleh para ulama NU untuk kepentingan bangsa itu mendapatkan porsi yang signifikan pula dalam susunan kabinet Prabowo mendatang. Prabowo tentu sudah menyadari hal itu. Apalagi, dirinya juga memiliki pengalaman langsung dimana pada Pemilu 2019 lalu, dirinya yang berada dalam kubu berlawanan dengan Joko Widodo (Jokowi), namun justru mendapatkan porsi kursi yang sangat signifikan, yakni Menteri Pertahanan dan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Tidak hanya itu, Sandiaga Uno, cawapres Prabowo saat itu yang juga politikus Partai Gerindra, sebelum akhirnya berubah haluan ke PPP, juga ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sejauh ini, belum jelas komposisi kabinet Prabowo mendatang. Dari kabar yang berhembus di media dan desas-desus politik di warung-warung kopi, ada yang menyebut PKB akan mendapatkan jatah 2-3 menteri. Namun, kabar tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.
Muhaimin Iskandar sendiri menyatakan belum pernah dipanggil atau diajak bicara langsung oleh Prabowo soal penyusunan kabinet. Hal ini tentu bisa dipahami, mengingat waktu pelantikan presiden dan wakil presiden juga masih beberapa hari lagi. Biasanya, kepastian susunan kabinet baru bisa dipastikan kebenarannya di masa-masa injury time, meskipun saat ini sudah berseliweran di media, daftar susunan kabinet Prabowo.
Bahkan, pengalaman sebelumnya, ada nama-nama yang sudah santer disebut bakal ditunjuk sebagai menteri, ternyata tergeser di masa injury time. Apalagi, hingga saat ini, partai pemenang pemilu, yakni PDIP juga belum menyatakan kepastiannya bakal bergabung di pemerintahan Prabowo, meskipun sinyal-sinyal PDIP bakal bergabung belakangan semakin kuat. Bergabungnyua PDIP tentu juga akan berpengaruh pada komposisi kabinet Prabowo.
Dalam beberapa hari ke depan, percakapan politik paling ramai tentu ada pada penyusunan kabinet dan berapa jatah menteri di masing-masing parpol. Yang jelas, kemungkinan besar semua parpol di parlemen kali ini akan berposisi sebagai pendukung pemerintahan Prabowo sehingga masing-masing parpol kemungkinan besar akan mendapatkan jatah kursi menteri. Menarik untuk ditunggu.
(rca)
Lihat Juga :