alexametrics

Politisi Demokrat Dukung Junimart Laporkan Rocky Gerung ke Polisi

loading...
Politisi Demokrat Dukung Junimart Laporkan Rocky Gerung ke Polisi
Politisi Partai Demokrat, Taufiqurrahman mengatakan mendukung langkah Junimart melaporkan Rocky Gerung ke polisi terkait dugaan penghinaan terhadap presiden. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pro dan kontra pernyataan Pengamat Politik Rocky Gerung yang menyebut Pancasila bisa diubah dan menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham Pancasila terus bergulir. Rencana Politisi PDIP Junimart Girsang melaporkan Rocky Gerung ke polisi pun mendapat dukungan.

Politisi Partai Demokrat, Taufiqurrahman mengatakan mendukung langkah Junimart melaporkan Rocky Gerung ke polisi terkait dugaan penghinaan terhadap presiden. Menurutnya ini penting dilakukan untuk menguji tudingan penghinaan tersebut.

"Saya dukung Junimart melaporkan Rocky Gerung. Untuk menguji apakah pendapat Rocky telah menghina presiden atau tidak," cuitnya lewat akun Twitter @Taufiqrus, Jumat (6/12/2019). (Baca juga: PBB: Kebencian Rocky Gerung kepada Jokowi Melewati Kecerdasan Intelektual)



Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta ini juga mengusulkan agar dibentuk panitia penguji untuk mengetahui apakah Presiden Jokowi paham akan Pancasila atau tidak.

"Sepertinya harus dibentuk panitia penguji apakah presiden betul-betul paham Pancasila atau tidak? Karena rakyat butuh tahu fakta yang sesungguhnya," katanya.

Sebelumnya, pernyataan Pengamat Politik, Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham Pancasila membuat Partai Nasdem geram. Nasdem pun menganggap kelakuan Rocky Gerung sebagai aksi cari panggung semata.

"Dia itu sudah tidak mengajar lagi di UI (Universitas Indonesia). Jadi apalagi yang bisa dikerjakan selain ngoceh dari satu media ke media lain," ujar Politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/12/2019). (Baca juga: Rocky Gerung Mau Dilaporkan, Pengamat: Mengkritik Presiden Hal Biasa)

Menurut Irma, Rocky Gerung tidak cocok dijadikan narasumber. Karena mantan pengajar di UI itu tidak konsisten antara omongan dan perbuatan. "Bayangkan saat pilpres, seluruh Indonesia tahu kalau dia dukung 02 (Prabowo Subianto). Setelah 02 kalah, dia buru-buru ngomong tidak pernah dukung 02 dan akan jadi oposisi," kata Irma.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak