10 Tahun Jokowi Sukses atau Gagal? Ini Analisis Denny JA
Selasa, 24 September 2024 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun, di sisi lain, Indeks Demokrasi yang diukur oleh Economist Intelligence Unit mengalami penurunan, dari skor 6,95 pada 2014 menjadi 6,53 pada 2023, dengan peringkat turun dari 49 ke 56. Penurunan ini mencerminkan adanya tantangan dalam kebebasan sipil dan partisipasi politik selama masa kepemimpinan Jokowi.
Denny JA melanjutkan, dalam hal pemberantasan korupsi, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang diukur Transparency International tetap di angka 34 sejak 2014, meskipun peringkatnya turun dari 107 ke 115. Kebebasan pers yang diukur oleh Reporters Without Borders juga mengalami penurunan skor dari 61,85 menjadi 51,15, namun peringkatnya justru naik dari 132 ke 111, menunjukkan perbaikan dalam konteks global meskipun masih ada tantangan domestik.
Sementara Indeks Kebahagiaan yang diukur SDSN dan Gallup Poll menunjukkan bahwa skor kebahagiaan Indonesia 5348 pada 2014, dengan peringkat 76 secara global.Pada 2023, skornya meningkat menjadi 5568, namun secara peringkat turun ke 80. Hasil itu menunjukkan meski ada peningkatan skor kebahagiaan, penurunan peringkat menunjukkan bahwa negara-negara lain lebih cepat dalam meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Dengan tiga rapor biru, tiga netral, dan satu merah, LSI Denny JA menyimpulkan bahwa selama 10 tahun memimpin, Jokowi lebih banyak berhasil. Penilaian ini, yang berbasis pada data riset dari lembaga internasional, menunjukkan bahwa meskipun tidak sempurna, Jokowi berhasil membawa Indonesia ke arah yang lebih baik selama satu dekade terakhir.
"Pencapaian signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial menempatkan Indonesia di jalur yang lebih baik. Meskipun ada tantangan di bidang demokrasi dan kebebasan politik, secara keseluruhan, Jokowi dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Indonesia," katanya.
Denny JA melanjutkan, dalam hal pemberantasan korupsi, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang diukur Transparency International tetap di angka 34 sejak 2014, meskipun peringkatnya turun dari 107 ke 115. Kebebasan pers yang diukur oleh Reporters Without Borders juga mengalami penurunan skor dari 61,85 menjadi 51,15, namun peringkatnya justru naik dari 132 ke 111, menunjukkan perbaikan dalam konteks global meskipun masih ada tantangan domestik.
Sementara Indeks Kebahagiaan yang diukur SDSN dan Gallup Poll menunjukkan bahwa skor kebahagiaan Indonesia 5348 pada 2014, dengan peringkat 76 secara global.Pada 2023, skornya meningkat menjadi 5568, namun secara peringkat turun ke 80. Hasil itu menunjukkan meski ada peningkatan skor kebahagiaan, penurunan peringkat menunjukkan bahwa negara-negara lain lebih cepat dalam meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Dengan tiga rapor biru, tiga netral, dan satu merah, LSI Denny JA menyimpulkan bahwa selama 10 tahun memimpin, Jokowi lebih banyak berhasil. Penilaian ini, yang berbasis pada data riset dari lembaga internasional, menunjukkan bahwa meskipun tidak sempurna, Jokowi berhasil membawa Indonesia ke arah yang lebih baik selama satu dekade terakhir.
"Pencapaian signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial menempatkan Indonesia di jalur yang lebih baik. Meskipun ada tantangan di bidang demokrasi dan kebebasan politik, secara keseluruhan, Jokowi dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Indonesia," katanya.
(abd)
Lihat Juga :