Tim Prabowo dan Buruh Diskusi Dampak Kendaraan Listrik
Kamis, 19 September 2024 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
"Kredit karbon kita masih plus, masih cukup baik untuk menyubsidi karbon kredit di dunia," terang Agung yang sudah malang melintang di industri otomotif nasional ini.
Agung mengingatkan para pekerja di industri otomotif untuk meningkatkan skill dan pengetahuannya agar bisa mengikuti perkembangan teknologi. A akademisi ITB Agus Purwadi menyampaikan bahwa China, Eropa, dan AS adalah negara yang paling serius mempersiapkan diri mengalihkan industri otomotif dari berbasis energi fosil ke elektrik.
Agus menilai China yang paling serius karena menyiapkan 230 miliar dolar AS untuk mengembangkan industri otomotif listrik, mulai dari infrastruktur, regulasi, hingga salesnya. "Target China adalah pasar dalam negeri sendiri yang memang besar," ungkap Agus.
Kendati demikian, Agus tidak memungkiri jika invasi produksi kendaraan listrik China mencemaskan produsen kendaraan sejenis di Eropa dan AS. Sementara, jumlah pasar mobil dan motor listrik baru di Indonesia mencapai 1 persen.
Agung mengingatkan para pekerja di industri otomotif untuk meningkatkan skill dan pengetahuannya agar bisa mengikuti perkembangan teknologi. A akademisi ITB Agus Purwadi menyampaikan bahwa China, Eropa, dan AS adalah negara yang paling serius mempersiapkan diri mengalihkan industri otomotif dari berbasis energi fosil ke elektrik.
Agus menilai China yang paling serius karena menyiapkan 230 miliar dolar AS untuk mengembangkan industri otomotif listrik, mulai dari infrastruktur, regulasi, hingga salesnya. "Target China adalah pasar dalam negeri sendiri yang memang besar," ungkap Agus.
Kendati demikian, Agus tidak memungkiri jika invasi produksi kendaraan listrik China mencemaskan produsen kendaraan sejenis di Eropa dan AS. Sementara, jumlah pasar mobil dan motor listrik baru di Indonesia mencapai 1 persen.
(rca)
Lihat Juga :