alexametrics

Yusril Ihza Mahendra Tak Dipanggil Jokowi, PBB Doakan Ini

loading...
Yusril Ihza Mahendra Tak Dipanggil Jokowi, PBB Doakan Ini
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra tidak termasuk dari nama-nama yang dipanggil Presiden Jokowi jelang pengumuman dan pelantikan Kabinet Kerja Jilid II. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 34 orang sudah dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan Jakarta, sejak Senin 21 Oktober 2019. Namun, dari deretan nama-nama tersebut tidak ada nama Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Padahal, Yusril merupakan salah satu nama yang santer dikabarkan bakal masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, selain Putri Presiden RI Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid serta Putra Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebab, Yusril Ihza Mahendra menjabat sebagai Ketua Tim Hukum Pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 kemarin. Terkait tidak dipanggilnya Yusril Ihza Mahendra ke Istana Kepresidenan, Jakarta oleh Presiden Jokowi, Ketua DPP PBB, Sukmo Harsono angkat bicara. (Baca juga: Penyusunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diapresiasi)



"PBB berpegang pada beberapa hal. Pertama, Allahumma Malikal Mulki Tu’til mulka man Tasya’ Wa Tanzi’ul Mulka Mim Man Tasya’ Wa Tu’izzu Man Tasya’ Wa Tudzillu Man Tasya’ Biyadikal Khoir Innaka ‘Ala Kulli Syai-in Qodir.(Kekuasaan itu datang nya dari Allah SWT, dan diambil oleh Allah SWT dari orang-orang yang dikehendaki)," ujar Sukmo Harsono kepada SINDOnews, Selasa (22/10/2019) malam.

Sukmo mengatakan, sepenuhnya hak prerogratif presiden dalam memilih para pembantunya. "Sampai saat ini PBB dalam posisi menyaksikan presiden yang sedang bekerja untuk bangsa dan negara dan kami hormati. Semoga Allah SWT meridhoi setiap niat dan usaha yang baik Bapak Presiden mewujudkan visi Indonesia," katanya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak