Reshuffle Kabinet Dinilai Sulit Hindari Tarik Menarik Kepentingan Partai

Kamis, 02 Juli 2020 - 21:57 WIB
loading...
Reshuffle Kabinet Dinilai...
Direktur Eksekutif IPI, Karyono Wibowo mengatakan jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat belum saatnya menarik Partai Demokrat, PKS dan PAN ke dalam pemerintahan. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mengatakan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat belum saatnya menarik Partai Demokrat, PKS dan PAN masuk ke dalam pemerintahan.

"Melakukan reshuffle tentu harus mempertimbangkan dampak politiknya, bukan asal reshuffle," tutur Karyono saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/7/2020). (Baca juga: Penambahan 1.624 Kasus, Positif COVID-19 Kini Mencapai 59.394 Orang)

Menurut Karyono, meskipun reshuffle merupakan hak prerogatif presiden, tetapi realitas politiknya dalam pelaksanaan reshuffle tetap mempertimbangkan kepentingan politik partai koalisi. Karena, kabinet Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh sejumlah partai koalisi yang perwakilan kadernya masuk dalam kabinet.

Maka itu, Karyono menyebut, jika nantinya terjadi reshuffle kabinet, sulit bagi Jokowi menghindari tarik menarik kepentingan partai. Karena kabinet Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak dibentuk oleh "single majority party" yang membuat kepala pemerintahan lebih leluasa dalam melakukan reshuffle.

Karenanya pilihan yang paling realistis, jika terjadi reshuffle, presiden akan mengganti menteri yang kinerjanya buruk dengan mempertimbangkan usulan partai. Atas pertimbangan tersebut, maka peluang Demokrat, PKS dan PAN kecil kemungkinan untuk masuk kabinet. (Baca juga: Dokter RSPAD Sebut Pasien COVID-19 Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi)

"Mungkin, yang agak sedikit punya peluang adalah PAN karena partai ini hubungannya cukup mesra dengan pemerintah. Meski demikian, untuk membangun keseimbangan politik lebih baik, PAN, PKS dan Demokrat berada di luar pemerintahan, agar ada kontrol bagi pemerintah," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
5 Kali Reshuffle Kabinet,...
5 Kali Reshuffle Kabinet, 4 Kali Dilakukan Jokowi pada Hari Rabu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved