alexametrics

Hari Ini, Giliran Calon Menteri Asal Parpol yang Akan Menghadap Jokowi

loading...
Hari Ini, Giliran Calon Menteri Asal Parpol yang Akan Menghadap Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan kembali memanggil calon menteri Kabinet Kerja Jilid II ke Istana Negara. Foto: SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan kembali memanggil calon menteri Kabinet Kerja Jilid II ke Istana Negara. Informasi yang diperoleh, hari ini giliran calon menteri asal dari partai politik (parpol) yang akan menghadap Jokowi untuk diminta kesiapan dan kesanggupan menjadi anggota kabinet.

Belum ada informasi resmi tentang nama-nama calon menteri yang diusulkan masing-masing parpol koalisi untuk menjadi pembantu Presiden selama lima tahun mendatang. PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama misalnya, masih belum mau membocorkan nama-nama yang diusulkan kepada Presiden. Partai yang dibesut Megawati Soekarnoputri itu mengaku tak ingin mendahului hak prerogatif Jokowi sebagai presiden. Meski demikan, PDIP mengaku mendapatkan kursi terbanyak.

"Agar ketika diumumkan biar itu jadi suatu peristiwa politik yang sangat penting terkait dengan tanggung jawab presiden wapres terhadap masa depan bangsa," ujar Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto ditemui usai syukuran pelantikan Jokowi-Ma'ruf yang dilakukan organisasi relawan, Senin 21 Oktober.



Presiden Jokowi sendiri sebelumnya sudah menyebutkan bahwa kabinet periode 2019-2024 akan diiisi sebanyak 45% dari parpol. PDIP Perjuangan dipastikan mendapat kursi terbanyak di susunan Kabinet Kerja Jilid II pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Sejumlah nama calon kuat menteri dari PDI Perjuangan antara Pramono Anung, Yasonna Laoly, Hendrawan Supratikno, Aria Bima, Budi Sulistyono, Utut Adianto, dan Bambang Wuryanto. (Baca juga: Sebagai Parpol Pemenang, PDIP Optimis Dapat Kursi Menteri Terbanyak)

Lalu Golkar yang disebut-sebut akan menempati tiga pos kementerian. Mereka yang dikabarkan jadi menteri dari Partai Golkar yakni Airlangga Hartarto (sudah dipanggil), Agus Gumiwang, dan M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang. (Baca juga: Berapapun, Golkar Siap Serahkan Kader Masuk Kabinet)

Sementara NasDem dikabarkan bakal mendapat dua kursi menteri. Dua pos itu santer beredar akan dijabat Johnny G Plate dan Viktor Laiskodat. Viktor Laiskodat sendiri kemarin sudah meninggalkan Jakarta karena ternyata diminta Jokowi untuk fokus sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). (Baca juga: Gagal Masuk Kabinet Jokowi-Ma’ruf, Gubernur NTT Pulang Kampung)

Sementara itu, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), nama-nama yang dikabarkan akan mengisi jabatan menteri antara lain Hanif Dhakiri, Eko Putro Sandjojo, Ida Fauziah, dan Abdul Kadir Karding. Lalu Partai PPP akan mendapat jatah satu kuris menteri, yang kemungkinan diisi Asrul Sani.

Partai Gerindra sebagai anggota baru di koalisi Jokowi juga disebut-sebut mendapatkan dua kursi menteri, yang akan diisi Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. Prabowo sendiri kemarin sudah mendatangi Istana Negara didampingi Edhy Prabowo. Prabowo menyebut akan mengisi posisi Menteri Pertahanan. (Baca juga: Perkuat Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Gerindra Dapat Jatah Dua Menteri))

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memanggil sejumlah tokoh ke Istana untuk ditanyai kesiapan dan kesanggupannya menjadi calon menteri hingga sore hari kemarin. Mereka antara lain, Mahfud MD dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu. Namun Tetty ternyata datang ke Istana bukan untuk urusan menteri.

Kemudian disusul CEO Gojek Nadiem Anwar Makarim, praktisi media Wisnu Utama, mantan Ketua TKN Erick Thohir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jokowi juga memanggil Mensesneg Pratikno, Komisaris Utama PT Adhi Karya, Fadjroel Rahman, peneliti politik, Nicolas Harjanto. Hari pertama kemarin ditutup dengan kehadiran Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak